Kilas InternasionalMei 2021

CDC Izinkan Vaksin COVID-19 Untuk Anak

Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) secara resmi mengizinkan pemberian vaksin Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bagi anak usia di atas 12 tahun. Data menunjukkan bahwa hanya sedikit anak-anak yang terinfeksi COVID-19 dibandingkan orang dewasa tapi mereka dikhawatirkan dapat terinfeksi dan menjadi penyebar virus ke orang lain. Hal itulah yang menjadi latar belakang CDC mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin COVID-19 bikinan Pfizer-BioNTech kepada anak-anak.

“CDC merekomendasikan setiap orang yang berusia 12 tahun ke atas harus mendapatkan vaksin COVID-19 untuk membantu melindungi dari COVID-19. Vaksinasi yang meluas adalah alat penting untuk membantu menghentikan pandemi,” demikian pernyataan CDC pada 15 Mei lalu. Menurut kantor berita Reuters, setelah persetujuan CDC, maka Amerika memulai pemberian vaksin COVID-19 kepada anak pada 20 Mei.

Langkah ini merupakan upaya Amerika dalam mempercepat keluar dari badai pandemi COVID-19 yang sudah terjadi lebih dari setahun. Kebijakan ini juga menjadi salah satu cara agar anak-anak dapat kembali bersekolah sekaligus langkah maju dalam mengatasi pandemi. “Jika Anda adalah orang tua yang ingin melindungi anak Anda, atau remaja yang tertarik untuk divaksinasi, keputusan hari ini adalah selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuan itu,” kata Presiden Amerika Joe Biden.

Menurut CDC, vaksin yang diberikan kepada anak dapat membantu mencegah orang menyebarkan virus ke orang lain dan menjaga anak Anda agar tidak sakit parah meskipun mereka tertular COVID-19. Otoritas kesehatan Amerika itu juga menjamin bahwa vaksin bikinan Pfizer-BioNTech sudah melalui proses pemantauan keamanan paling intensif dalam sejarah Negeri Abang Sam, yang mencakup penelitian pada remaja, sehingga aman dan efektif untuk digunakan. Untuk membentuk kekebalan pada tubuh anak, maka vaksin ini akan diberikan kepada anak sebanyak dua kali. “Anak Anda akan membutuhkan suntikan kedua vaksin ini tiga minggu setelah suntikan pertama,” kata lembaga tersebut.

CDC menjelaskan, munculnya efek samping ketika anak mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 merupakan tanda yang normal karena saat itu tubuh sedang membangun antibody. Adapun efek samping pada lengan anak yang disuntik adalah rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan sementara pada bagian tubuh yang lain serta terasa kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, demam, dan mual.

“Efek samping ini dapat mempengaruhi kemampuan anak Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari tetapi akan hilang dalam beberapa hari. Beberapa orang tidak memiliki efek samping,” kata CDC.

Jika ada permasalahan lain, orang tua disarankan untuk menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Orang tua juga diminta untuk mempersiapkan bekal bagi anak yang akan divaksin.

Mempersiapkan Vaksin untuk Anak

Berikut saran dari CDC kepada para orang tua agar anak siap untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19:

  • Dapatkan tip tentang cara Anda mendukung anak sebelum, selama, dan setelah kunjungan.
  • Bicaralah dengan anak Anda sebelum kunjungan tentang apa yang diharapkan dari mereka.
  • Beri tahu dokter atau perawat tentang alergi apa pun yang mungkin dimiliki anak.
  • Hiburlah anak selama menunggu giliran untuk divaksin.
  • Untuk mencegah pingsan dan cedera yang berhubungan dengan pingsan, anak harus duduk atau berbaring selama vaksinasi dan selama 15 menit setelah vaksin diberikan.
  • Setelah anak Anda divaksin, Anda akan diminta untuk tinggal selama 15-30 menit agar anak dapat diobservasi jika mereka mengalami reaksi alergi yang parah dan memerlukan perawatan segera.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *