Arsip e-MagazineJuni 2021Resensi

Kisah-Kisah Magis Feby

Buku kedua Feby Indirani dari trilogi Islamisme Magis yang menggali khazanah tradisi Islam. Bermain-main dengan parabel.

Abu Jahal marah-marah di kantor kelurahan. Dia mencari Muhammad, musuh terbesarnya. Dia tak punya informasi lain selain bahwa orang yang dicarinya itu bernama Muhammad. “Carikan aku Muhammad yang benar!” teriaknya. Belakangan kita tahu bahwa Muhammad yang dicarinya adalah Nabi Muhammad.

Orang-orang di kantor kelurahan ketakutan karena pria itu datang sambil mengacung-acungkan pedangnya yang besarnya tak lazim. Dia kemudian menyandera seorang perempuan paruh baya dan memanggil semua orang bernama Muhammad untuk maju.

Muhammad Ikrimah, petugas kelurahan yang pandai mengoperasikan komputer, maju. Ikrimah kemudian dipaksa untuk mencari data semua orang bernama Muhammad di komputer. Tapi, Abu Jahal mencari pada tempat dan waktu yang salah. Dia datang di masa kini, ketika Nabi Muhammad sudah lama tiada—fakta yang dia tak percayai—dan umat Islam banyak menggunakan namanya. Tentu saja Ikrimah menemukan ratusan, bahkan jutaan nama di seluruh dunia. Beberapa nama diperiksa dan tak satu pun yang cocok dengan yang dicari Abu Jahal. Akibatnya, Abu Jahal kembali marah dan menendang meja.

Mengapa Abu Jahal mencari Muhammad? Apakah Abu Jahal menemukan apa yang dicarinya? Itulah pokok cerita “Memburu Muhammad” dalam kumpulan cerita pendek berjudul sama karya Feby Indirani. Ini buku kedua dari trilogi yang disebut Feby sebagai “Islamisme Magis”. Buku pertama adalah Bukan Perawan Maria (2017).

Sebagaimana konsepnya, kisah-kisah dalam Memburu Muhammad menggali berbagai cerita dari khazanah Islam. Contohnya adalah kisah Abu Jahal tadi. Bagi kaum Muslim, Abu Jahal adalah salah satu tokoh antagonis paling terkenal. Nama asli pemimpin kaum Quraisy di Mekah pada zaman Nabi ini adalah Amir bin Hisyam bin Mughirah. Ia dijuluki Abu al-Hakam alias Bapak kebijaksanaan. Tapi, dia digambarkan sebagai orang yang sangat membenci Nabi. Dia sering mencaci maki Nabi Muhammad dan bahkan melempari kotoran ketika Nabi sedang salat. Itu sebabnya dia kemudian dijuluki Abu Jahal alias Bapak Kebodohan.

Feby kemudian memungut Abu Jahal dan memindahkannya ke cerita pendeknya. Apa yang akan dilakukan Abu Jahal bila dia kini hidup lagi? Ternyata dia tetap saja memburu musuh bebuyutannya: Nabi Muhammad.

Namun, konteks sejarah dan posisi Abu Jahal dalam sejarah Islam diperlukan ketika kita membaca cerita pendek “Memburu Muhammad”. Tanpa pengetahuan semacam itu, maka kisah itu hanya tentang orang asing yang mengamuk di kantor kelurahan mencari seseorang bernama Muhammad.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button