Juni 2021Media Utama

Memperkuat Sisi Hilir

Kementerian Kesehatan memperkuat sisi hilir dalam penanganan pandemi COVID-19. Berbagai strategi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tempat tidur bagi pasien.

Presiden Joko Widodo meminta jajaran kabinetnya untuk melakukan penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dari sisi hulu dan sisi hilir. Ini dilakukan karena melihat situasi pandemi di Tanah Air yang memburuk sehingga pemerintah perlu segera mengambil langkah cepat untuk bisa memutus penyebaran virus di masyarakat.

“Memang sampai saat ini terjadi peningkatan (kasus COVID-19) yang luar biasa dan itu penting untuk kita berfokus bukan hanya ke sisi hilir—di sisi rumah sakit, penanganan orang sakit—tapi yang lebih penting lagi berfokus ke sisi hulu, bagaimana kita mencegah agar orang sehat ini jangan menjadi sakit,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers seusai rapat terbatas bersama presiden pada Senin, 21 Juni lalu.

Untuk penguatan di sisi hilir, pemerintah menggiatkan proses pelacakan, pengujian, dan perawatan. Menteri Budi mengatakan, bagi masyarakat yang terpapar corona akan segera dites untuk bisa cepat memastikan penanganannya secara spesifik di level terkecil di wilayah yang banyak kasus. Pemerintah juga memberikan perhatian pada upaya isolasi. Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian RI, harus bisa memastikan mana warga yang terkena COVID-19 yang bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, mana yang harus ke tempat isolasi terpusat, dan mana yang memang harus ditangani di rumah sakit. “Kita akan pastikan koordinasi dari rujukan ke seluruh rumah sakit akan kami atur sehingga seminimal mungkin orang tidak bisa menemukan kamar (rumah sakit rujukan),” kata Budi.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, per 24 Juni 2021, sudah tersedia 94.420 tempat tidur di seluruh rumah sakit di Indonesia. Tempat tidur ini diperuntukkan bagi ruang isolasi maupun tempat perawatan untuk kasus intensif (ICU). Angka keterisian ruang perawatan itu sudah di kisaran 67-68 persen. Di beberapa di daerah bahkan sudah melebihi kapasitas keterisian tempat tidur ideal menurut WHO (kurang dari 60 persen). Nadia mencontohkan di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang sudah mencapai 85 persen. Adapun di Banten sudah 87 persen, Jawa Barat 88 persen, dan DKI Jakarta sudah menyentuh 90 persen.

Nadia mengatakan, untuk mengatasi permasalahan di daerah-daerah tersebut Kementerian telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus memantau penambahan konversi tempat tidur rumah sakit. Di provinsi Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat juga ada rumah sakit vertikal milik Kementerian sehingga apabila memang dibutuhkan, konversi akan dilakukan. Namun, konversi ini perlu persiapan matang agar pelayanan non-COVID-19 tetap dapat dilakukan. Proses yang sama bisa dilakukan dengan mengkonversi tempat tidur atau ruang perawatan di rumah sakit umum daerah atau rumah sakit provinsi menjadi rumah sakit khusus COVID-19.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *