Juni 2021Media Utama

Siapkan Lulusan Nakes Terbaik

Lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta III langsung direkrut sebagai tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit besar di Jakarta.

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jakarta III merupakan kampus unggulan yang mengedepankan mutu. Tak heran, 10 besar lulusan Poltekkes Kemenkes ini langsung direkrut sebagai tenaga kesehatan (nakes) di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Dharmais dan Rumah Sakit Persahabatan tanpa melalui tes akademik. 

Poltekkes Kemenkes Jakarta III memiliki keunggulan lulusan di bidang Pendidikan Keperawatan, dalam Gerontic Nursing (Keperawatan lansia), Pendidikan Kebidanan dalam Asuhan Kebidanan responsif Gender, Pendidikan Fisioterapi dalam Fisioterapi Neuroscience, Pendidikan Teknologi Laboratorium Medis dalam Biomolekuler.

“Untuk mutu lulusan dengan menyiapkan mahasiswa untuk dapat lulus uji kompetensi yang dilaksanakan secara nasional sesuai dengan Permendikbud  Nomor 2 tahun 2020,” kata Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Yupi Supartini, S.Kp, M.Sc kepada Mediakom pada 17 Juni 2021.

Poltekkes Kemenkes Jakarta III sangat aktif dalam pemberdayaan dan produktifitas karya seperti mengembangkan produk alat bantu berjalan untuk lansia (tongkat pansia), minuman  probiotik yoghurt sebagai suplemen makanan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, prontil stander (alat multi fungsi untuk melatih kemampuan berdiri dalam posisi telentang dan tengkurap secara vertical) dan aplikasi legalisir dokumen akademik menggunakan digital signature.

Pengembangan probiotik yoghurt ini tidak hanya memfasilitasi mahasiswa tapi juga para tenaga pengajarnya. Tenaga pengajar didorong untuk terus berinovasi. Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Retno Martini Widhyasih, S.Si, M.Biomed mengatakan yoghurt probiotik produksi Poltekkes Kemenkes Jakarta III ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen secara in vitro.  Kemampuan ini dikarenakan bakteri probiotik menghasilkan metabolit asam laktat, hidrogen peroksida, maupun bakteriosin yang bersifat bakteriostatik. Bakteri probiotik efektif untuk pemeliharaan usus dan sistem kekebalan mukosa, baik di usus dan organ lainnya. Bila mengkonsumsi probiotik dalam jangka waktu lama tidak mempunyai efek samping.

“Bakteri yang digunakan pada pembuatan yoghurt adalah bakteri penghasil asam laktat seperti Lactobacilli, Bifidobacteria dan Streptococcus thermophilus. Kehadiran aktivitas mikroba dalam produk menjadikannya berkarakteristik gizi,” ujar Retno.

Probiotik olahan yoghurt ini telah dikembangkan seperti es mambo, yoghurt jelly drink pelangi, es krim yoghurt. Produk tersebut dapat diperoleh di koperasi Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Produk probiotik yoghurt juga telah dimajukan sebagai kinerja prestatif unggulan pada Kompetisi Dosen Berprestasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan tingkat Nasional dan memperoleh juara Harapan II pada tahun 2020. 

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *