Juni 2021Peristiwa

Tantangan Lansia Sehat Dan Mandiri

Problematika kesehatan pada orang lanjut usia (lansia) memang tidak bisa dipungkiri. Meski begitu, lansia bukan tidak bisa menjalani hidup tetap sehat dan mandiri di hari tua. Inilah yang menjadi tantangan bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam mempersiapkan lansia sehat dan mandiri di masa depan.

“Ini adalah tantangan bagi kita untuk dapat mempersiapkan agar lansia dalam kondisi sehat selama mungkin, sehingga bisa mandiri dan produktif secara optimal,” kata Wamenkes dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD dalam Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2021, di Denpasar, Bali, 17 Juni 2021.

Apalagi, lanjut Dante, pada tahun 2025 jumlah lansia diproyeksikan meningkat menjadi 11, 8 % atau 33,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk Indonesia. Saat ini saja, jumlah lansia mencapai 10 persennya atau 27,1 juta dari jumlah penduduk Indonesia. Di sisilain, data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 74% lansia masih mampu melaksanakan aktivitas secara mandiri. Bahkan hampir separuh dari lansia masih bekerja. 

“Maka yang perlu diberikan adalah dukungan dan kesempatan kepada para warga senior untuk tetap berkarya dan mendarmabaktikan potensinya baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat,” ungkapnya.

Dante mengatakan peningkatan jumlah lansia berkorelasi dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup. Meski demikian secara alamiah lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis dan kognitif sehingga rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.

Kegiatan Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2021 ini dilaksanakan sebagai puncak perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap tanggal 29 Mei 2021. Puncak peringatan HLUN tahun 2021 dilaksanakan di Bali dengan tema “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga” dengan subtema bidang kesehatan “Bersama Lansia Keluarga Bahagia”.  

Tema ini dipilih agar keluarga menjadi tempat terbaik dan sumber kebahagiaan bagi lansia. Untuk itu, setiap individu dalam keluarga perlu memiliki empati terhadap lansia dengan memberikan perhatian, mendampingi dan mendukung lansia agar tetap Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif (SMART). Keluarga juga tempat mempersiapkan generasi muda yang menjadi cikal bakal lansia di masa depan. 

Puncak peringatan HLUN 2021 diisi dengan Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia; penyerahkan Buku Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan Lanjut Usia tahun 2020-2024 dari Wamenkes kepada Sekda Provinsi Bali; serta menyerahkan plakat sebagai apresiasi kepada 6 provinsi yang peningkatan capaian vaksinasi lansianya tertinggi selama Gebyar Vaksinasi Lansia yaitu DI Yogyakarta, Bali, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah.

Bali terpilih menjadi tuan rumah antara lain karena provinsi ini memiliki populasi lansia yang besar yaitu 11.58% dari jumlah penduduknya. Provinsi Bali juga merupakan lokasi pemodelan program Perawatan Jangka Panjang baik oleh Bappenas maupun oleh Kementerian Kesehatan, di samping berbagai inovasi dan komitmen yang telah ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah. Dengan dilaksanakan acara ini di Bali, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi serta pembelajaran bagi provinsi lain serta memperkuat motivasi bagi Pemda dan masyarakat Bali untuk terus mengembangkan inovasi dalam pelayanan kesehatan Lansia.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button