Isi PiringkuJuli 2021

Akulturasi India-Tionghoa Dalam Sajian Tauto Pekalongan

Soto ini dikenal dengan nama Tauto Pekalongan atau Soto Pekalongan yang diadopsi saat pedagang Tionghoa masuk ke Indonesia.

Pekalongan, adalah wilayah di jalur pantura yang terkenal dengan kerajinan batik dengan beragam motif dan coraknya. Namun ternyata daerah ini memiliki kuliner unik yang khas dan sayang untuk dilewatkan, yaitu soto tauco atau biasa disebut tauto. 

Berdasarkan jurnal ‘Diversity of Indonesian Soto’ (2020) yang disusun oleh Bara Yudhistira dan Ani Fatmawati, soto sejatinya berasal dari negeri tirai bambu dengan nama asli cao du (chau tu)Cao berarti rumput (sayuran), ‘shao’ artinya memasak dan ‘du’ adalah daging jeroan.

Saat para pedagang dari Tionghoa ketika masuk ke Indonesia, soto diadopsi dan diakulturasi oleh budaya daerah setempat sehingga menghasilkan berbagai karakteristik dan variasi yang berbeda-beda. Saat ini, soto menjadi ikon kuliner nusantara yang sangat mudah ditemukan di berbagai daerah.   

Di Pekalongan, terdapat soto hasil perpaduan budaya Tionghoa dan India yang dikenal dengan Tauto. Kuah tauto berwarna merah kental dengan aroma tauco yang khas mampu memberikan kesan tersendiri. Tentu ditambah potongan daging atau jeroan beserta bumbu rempah, membuat tauto sayang untuk dilewatkan. Pedas dan manis berpadu menjadi satu. 

Mengenal Lebih Dekat Tauco 

Tauco adalah bahan yang wajib ada dalam pembuatan tauto atau soto pekalongan.  Tauco ialah makanan panganan tradisional hasil fermentasi kedelai yang mudah ditemukan dan cukup populer di kalangan masyarakat kita. Dalam jurnal ‘Potensi Tauco Sebagai Pangan Fungsional’ (2014), Sadiah menyebutkan bahwa fermentasi ialah suatu cara yang efektif dan berbiaya rendah untuk mengawetkan, menjaga kualiltas dan keamanan makanan. Selain itu disebutkan pula oleh Astawan (2009) bahwa komponen hasil fermentasi tersebut sangat berperan dalam pembentukan cita rasa khas tauco selain menambah kandungan gizi. 

Berdasarkan situs panganku.org, kandungan protein dalam tauco cukup tinggi, yaitu 11,4 g dalam per 100 g tauco. Namun demikian mengacu pada Tumpeng Gizi Seimbang, tauco tidak dapat dikelompokkan dalam bahan makanan sumber protein, karena biasanya penggunaannya hanya secukupnya saja mempertimbangkan kadar natriumnya. Oleh karenanya, tauco biasanya masuk ke dalam bumbu  atau  penyedap rasa alami. 

Soto Tauco

Soto pekalongan yang dikenal dengan soto tauto menjadi unik dan khas karena penggunaan tauco dalam kuahnya. Rasa asam yang segar serta aroma yang khas sekilas mungkin akan terasa asing, tetapi seterusnya membuat ketagihan. 

Tiska Yumeida, Nutrisionis Ahli Muda Kemenkes mengatakan soto merupakan sajian yang komplet dapat menyumbang pemenuhan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serat bahkan cairan. Karbohidrat diperoleh dari nasi dan soun yang dicampurkan dalam soto. 

1 2Laman berikutnya

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *