Juli 2021Potret

BBLK Jakarta Gerak Cepat Identifikasi Virus COVID-19

Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta juga ditunjuk sebagai pengampu pemeriksaan sampel COVID-19 dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Balai ini memiliki peranan penting selama masa pandemi COVID-19. Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta ini memiliki tugas menentukan apakah seseorang dinyatakan positif atau tidak terhadap virus COVID-19. Unsur testing dalam 3T, merupakan salah satu tugas BBLK dalam menelurusi jejak awal seseorang terjangkit virus COVID-19. 

Kepala BBLK Jakarta, dr. Niken Wastu Palupi, MKM, mengaku tugas ini merupakan sesuatu yang baru. Tentu saja, karena saat pandemi COVID-19 muncul ke Indonesia, semua pihak mau tidak mau harus bergerak cepat dalam menangani permasalahan yang sudah mendunia ini. BBLK menjadi 1 dari 12 laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan penelitian terkait penyebaran virus COVID-19. BBLK Jakarta berkolaborasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang menjadi tim testing.

“Terus terang, kami suka atau tidak suka harus belajar cepat. Kemudian menyampaikan kepada anggota lain di BBLK Jakarta agar dapat mendukung pemeriksaan sampel COVID-19 yang akurat dan cepat. Apalagi sebagai laboratoriun rujukan pemeriksaan sampel COVID-19,” ujar Niken kepada Mediakom pada 27 Juli 2021.

Selanjutnya, BBLK Jakarta juga ditunjuk sebagai pengampu pemeriksaan sampel COVID-19 dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Maluku dan Maluku Utara. Niken menceritakan mereka bertubi-tubi mengirim sampel dalam jumlah banyak, dengan berbagai masalah yang menyertai. Mulai dari administrasi atau teknis analisanya.

Menurut Niken, saat itu mereka hanya memiliki satu alat polymerase chain reaction (PCR) yang sekali jalan hanya mampu memeriksa 30 sampel. Sementara sampel yang harus diperiksa sangat banyak. Akibatnya, waktu tunggu untuk mendapatkan hasil tes PCR menjadi panjang. Apalagi waktu itu tenaga yang mampu mengerjakan hanya 2 sampai 3 orang saja. Ada 1 sampel yang harus menunggu hitungan minggu, bahkan bulanan.

“Saat ini ada pasien yang sudah masuk rumah sakit berhari-hari, belum juga diketahui hasil laboratoriumnya. Bahkan ada juga pasien yang sudah meninggal, karena belum ada hasil pemeriksaan COVID-nya. Kemudian mereka dimakamkan secara protokol COVID-19. Sehingga menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melihat situasi itu, BBLK Jakarta segera belajar cepat dengan bimbingan dari tim Badan Litbangkes. Kemudian segera melakukan pelatihan kepada seluruh pimpinan manajemen dan staf, terutama tim laboratorium. Semua ini dilakukan agar semua dapat memahami dan membantu sesuai dengan kebutuhan untuk memperpendek waktu tunggu hasil pemeriksaan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button