Info SehatJuli 2021

Cara Tepat Memotong Kuku

Merawat kuku adalah bagian dari kesehatan. Memotong kuku dengan benar akan mencegah berbagai penyakit seperti diare.  

Menjaga dan merawat kebersihan kuku bukan hanya untuk mempercantik penampilan tetapi juga menghindari berbagai macam penyakit yang penyebarannya melalui kuku, seperti diare dan cacingan. Saat kuku tumbuh semakin panjang, semakin banyak pula kotoran atau bakteri yang bisa menempel di bagian bawah kuku. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan kuku yang dapat dilakukan adalah dengan memotongnya secara rutin.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Sitanala, dr. Eka Komarasari, Sp. KK menjelaskan, kuku adalah salah satu apendiks kulit, yang terdiri dari lapisan tanduk. Kuku terdiri dari lempeng kuku (nail plate), bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku; akar kuku (nail root), bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku; dasar kuku (nail bed), bagian kulit yang ditutupi kuku; eponikium (kutikula), dinding kuku bagian proksimal yang kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku; dan dinding kuku (nail wall), lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas.

“Kuku tumbuh dari akar kuku dengan kecepatan tumbuh sekitar 1 milimeter per minggu. Berbeda dengan kuku jari tangan, kuku jari kaki lebih lambat pertumbuhannya,” kata Eka melalui pesan singkat kepada Mediakom pada Rabu, 9 Juni lalu.

Menurut Eka, pemotongan kuku sebaiknya dilakukan secara rutin setiap satu hingga dua pekan sekali menggunakan gunting khusus kuku yang tajam. Selain itu, gunting kuku sebaiknya rutin dibersihkan dan didesinfektan agar terbebas dari kuman dan bakteri.

Salah satu cara memotong kuku yang dianjurkan oleh Eka adalah dengan melunakkan kuku terlebih dahulu sehingga mudah dipotong. “Sebaiknya menggunting kuku setelah mandi atau merendam kuku terlebih dahulu sehingga kuku lebih lunak dan mudah dipotong,” katanya.

Untuk menghindari luka atau sakit karena salah potong, pengguntingan kuku sebaiknya dilakukan di tempat yang terang dan pencahayaan yang cukup. Selain itu, perlu juga diperhatikan batas potong kuku, yaitu kira-kira 1-2 milimeter di atas garis kuku. Kemudian potonglah kuku dengan arah lurus untuk mencegah terjadinya infeksi kuku. “Potong lurus untuk menghindari kuku tumbuh melukai dinding kuku,” kata Eka.

Cara memotong kuku yang benar bisa mencegah terbentuknya lengkungan terlalu dalam pada ujung kuku yang lebih rentan memicu paronychia atau yang dikenal dengan cantengan. Selanjutnya, apabila menginginkan kuku lebih rapi, halus, dan mengkilap, maka kita bisa mengikirnya. Eka menyarankan pengikiran kuku dilakukan dengan satu arah dan tidak ditekan.

Lebih lanjut, Eka menambahkan, salah satu yang tidak dianjurkan ketika memotong kuku adalah menggunting kutikula. Kutikula adalah bagian pinggir kuku yang mirip lapisan lilin berwarna putih. Ia menerangkan, memotong dan membersihkan kutikula tidak disarankan karena dapat menjadi jalan masuk bakteri dan jamur ke dasar kuku.

Menjaga Kesehatan Kuku

Eka Komarasari memberikan beberapa tip untuk menjaga kesehatan kuku. Berikut ini saran-sarannya.Kesehatan kuku dipengaruhi oleh kesehatan tubuh secara umum sehingga dianjurkan makan dengan diet seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh.

  • Jagalah kebersihan kuku.
  • Jangan mengorek-ngorek pinggir kuku.
  • Jangan menggigit kuku.
  • Rutin memakai pelembab untuk melembabkan kuku.
  • Hindari kontak dengan bahan pemicu iritasi.
  • Bila ada kelainan pada kuku, periksalah ke dokter.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *