Info SehatJuli 2021

Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Kolorektal

Tim peneliti Amerika Serikat dan Jerman menemukan hubungan antara konsumsi minuman manis terhadap risiko kanker kolorektal. Baru penelitian awal.

Jinhee Hur dan 11 peneliti Amerika Serikat dan Jerman menemukan antara meningkatnya kasus penderita kanker kolorektal dengan minuman manis. Laporan penelitian mereka dipublikasikan di jurnal kesehatan Gut pada 20 Mei lalu. Penelitian ini dilakukan terhadap 95.464 perempuan perawat dalam kurun waktu 1991 hingga 2015 ketika mereka berusia 25 hingga 42 tahun. Para responden melaporkan konsumsi mereka setiap empat tahun.

Dalam artikel berjudul “Asupan minuman manis di masa dewasa dan remaja dan risiko kanker kolorektal dini di kalangan perempuan” itu, mereka memaparkan bahwa konsumsi minuman manis telah meningkat secara substansial di seluruh kelompok kelahiran Amerika Serikat berturut-turut sampai tahun 2000. Remaja dan dewasa muda di bawah usia 50 tahun menjadi konsumen tertingginya.

Kanker Kolorektal

Peneliti menemukan 109 perawat menderita kanker kolorektal dini. Menurut Komite Penanggulangan Kanker Nasional Amerika Serikat, kanker kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar, terdiri dari kolon (bagian terpanjang dari usus besar) dan rektum (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus). Di Negeri Abang Sam, berdasarkan laporan American Cancer Society, kanker kolorektal merupakan kanker penyebab kematian ketiga terbanyak pada pria dan wanita.

Penelitian itu mencakup semua jenis minuman manis, termasuk minuman ringan, minuman olahraga, teh manis, dan jus buah, seperti apel, jeruk, jeruk bali, prune, dan lainnya. Sebanyak 41.272 perawat melaporkan telah mengkonsumsi minuman manis pada usia 13 hingga 18 tahun. Mereka yang minum dua atau lebih dari porsi delapan ons minuman manis dalam sehari memiliki risiko penyakit lebih dari dua kali lipat. Setiap tambahan porsi minuman manis meningkatkan risiko sebesar 16 persen. Bila mereka mengganti porsi minuman itu dengan minuman berpemanis buatan, kopi, atau susu akan memiliki risiko 17-36 persen lebih rendah terkena kanker kolorektal dini.

Menurut asisten profesor epidemiologi di Columbia Mailman School of Public Health, Nour Makarem, penelitian ini menunjukan bukti baru bahwa asupan soda yang lebih tinggi dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker kolorektal. “Kita tahu bahwa minuman manis berhubungan dengan penambahan berat badan, ketidakteraturan glukosa, dan sebagainya, yang juga merupakan faktor risiko. Jadi, ada mekanisme yang masuk akal yang mendasari hubungan ini,” ujarnya, seperti dikutip New York Times pada 5 Juli lalu.

Yin Cao, anggota tim penelitian tersebut, mengatakan bahwa masalah metabolisme, seperti resistensi insulin dan kolesterol tinggi serta peradangan di usus dapat memainkan peran penting sebagai penyebab kanker di kelompok muda daripada orang tua tapi mekanisme persisnya belum bisa ditunjukkan. Namun, menurut guru besar madya bedah di Washington University School of Medicine itu, peningkatan berat badan diyakini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjangkit kanker kolorektal. “Ini adalah kesempatan untuk meninjau kembali kebijakan tentang bagaimana minuman manis dipasarkan, dan bagaimana kami dapat membantu mengurangi konsumsi,” ujarnya.

Sementara itu, WebMD melaporkan ada keraguan mengenai penelitian ini sebagaimana yang disampaikan di Pusat Media Sains Inggris. “Secara keseluruhan, temuan ini harus dianggap sebagai awal dan eksplorasi sampai studi yang lebih besar dilakukan pada populasi lain,” kata Carmen Piernas, ahli nutrisi di University of Oxford, Inggris.

Piernas mengatakan, penelitian tersebut kurang kuat membahas mengenai peningkatan risiko pada setiap tambahan porsi minuman manis per hari. Peneliti hanya mencantumkan ambang batas yang signifikan. Namun demikian, dia juga mencatat temuan penting dari penelitian tersebut. “Sudah ada bukti kuat bahwa mengkonsumsi minuman manis meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan diabetes. Setiap orang harus meminimalkan konsumsi mereka. Analisis ini tidak mengubah saran itu,” ucapnya.

Pencegahan

Menurut World Cancer Research Fund, mengkonsumsi minuman manis dengan gula merupakan penyebab kenaikan berat badan, kelebihan berat badan, dan obesitas, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, terutama bila dikonsumsi sering atau dalam porsi besar. “Konsumsi minuman manis meningkat di banyak negara di seluruh dunia dan berkontribusi terhadap peningkatan global obesitas yang meningkatkan risiko banyak kanker,” kata Piernas.

Oleh karena itu, upaya untuk mencegah risiko terjangkit penyakit kanker adalah dengan membatasi konsumsi minuman manis yang mengandung gula dan mengganti dengan banyak minum air putih. “Untuk menjaga hidrasi yang cukup, yang terbaik adalah minum air putih atau minuman tanpa pemanis, seperti teh atau kopi tanpa tambahan gula. Jus buah tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah besar karena bahkan tanpa tambahan gula pun mereka cenderung meningkatkan berat badan dengan cara yang mirip dengan minuman manis,” kata lembaga yang berbasis di Amerika tersebut. [*] 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *