Juli 2021Peristiwa

Vaksin Booster: Vaksinasi Dosis Ketiga Untuk Nakes

Kementerian Kesehatan menyelenggarakan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster bagi tenaga kesehatan.  Vaksin dosis ketiga ini menggunakan vaksin Moderna di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pemberian vaksin booster ini digelar pada Jumat, 16 Juli 2021. Pada kesempatan itu, vaksinasi diberikan kepada 50 Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan sejumlah dokter di rumah sakit tersebut. 

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa vaksinasi pertama memang diberikan kepada para guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Diharapkah selanjutnya akan diikuti oleh para tenaga kesehatan lainnya.

“Harapan kami kalau para senior ini yakin untuk bisa menerima vaksin booster atau vaksin yang ketiga dengan Moderna ini. Seharusnya para juniornya, murid-muridnya juga bisa mengikuti (divaksinasi) dengan segera. Jadi harapan saya segera para tenaga kesehatan ini diberikan booster yang ketiga untuk bisa melindungi mereka sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih tenang,” kata Budi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, seperti dikutip dari rilis Kemenkes.

Selain itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. mengatakan pelaksanaan vaksin booster ini merupakan upaya Kemenkes untuk melihat efek samping dari penyuntikan Moderna. Vaksin Moderna merupakan vaksin yang menggunakan platform mRNA-1273, yang berisi gen pengkode protein antigen milik virus corona jenis baru bernama Spike.

Menurut Nadia, hasil evaluasi setelah penyuntikan menunjukkan tidak ada efek samping yang serius. Keluhan terbanyak adalah nyeri di tempat suntikan.

“Kalau kita lihat kondisinya sangat baik. Artinya efek samping ini cenderung lebih ringan walaupun sebagian besar yang menerima vaksin Moderna itu banyak yang mengalami efek samping, tapi efek samping itu dalam satu hari selesai dan sifatnya ringan,” papar Nadia kepada Mediakom melalui wawancara daring, Selasa, 27 Juli 2021. 

Salah satu Guru Besar FKUI yang mengikuti pemberian vaksin booster di RSCM, Prof. Aman Pulungan, mengaku tidak merasakan efek apapun setelah divaksin. Ia meyakini vaksinasi booster dengan vaksin Moderna ini dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh.

“Saya sangat yakin dengan vaksin Moderna, (vaksinasi) yang pertama dan kedua itu dengan Sinovac platform-nya inactivated virus. Kalau ini pakai Moderna dengan platform berbeda. Jadi saya rasa ini yang paling baik,” ucap Aman.

Nadia juga mengungkapkan jika Kemenkes juga sudah melakukan sosialisasi dan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan provinsi dan juga kabupaten/kota dan juga kepada seluruh kepala rumah sakit Se-Indonesia untuk segera memulai pemberian vaksin booster kepada tenaga kesehatan. Setelah RSCM, selanjutnya kegiatan pemberian vaksin booster bagi tenaga kesehatan ini juga diikuti oleh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan lainnya.

“Nanti provinsi akan membagi ke kabupaten/kota dan langsung disebarkan ke fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Jadi pelaksanaan vaksinasinya nanti langsung di tempat dimana tenaga kesehatan tersebut bekerja,” ujarnya.

Sasaran dari pemberian vaksin booster ini merupakan tenaga kesehatan yang sebelumnya sudah pernah mendapat vaksin dosis pertama dan kedua, baik yang terjun langsung menangani COVID-19 maupun tidak. Para tenaga kesehatan pun tidak perlu mendaftar lagi. Mereka hanya diminta untuk menunjukkan Nomor Induk Kependudukan saat akan mendapatkan vaksin booster ini.

“Artinya kalau kita bicara rumah sakit itu bukan hanya dokter, perawat, tetapi juga bisa bidan, bisa juga petugas kamar jenazah, bisa juga petugas ambulans, bisa juga cleaning service yang ada di situ. Jadi semua satu layanan itu kita berikan vaksinasi booster ketiga. Karena memang resiko untuk terjadinya interaksi dan keterpaparan dengan virus COVID-19 itu sama,” tegasnya. 

Apabila ada tenaga kesehatan yang tidak tercatat, mereka bisa melakukan perubahan data dengan mengirim perbaikan data melalui email alamat sdmkesehatan@pedulilindungi.id

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *