Agustus 2021Referensi Film

Cinta Seorang Sam

Tak mudah bagi seorang penyandang disabilitas mengasuh putrinya. Namun, cinta mereka tak pernah surut.

Film I am Sam berkisah tentang perjuangan Sam (diperankan Sean Pen), orang tua tunggal yang memiliki disabilitas IQ selevel anak usia 7 tahun. Sam bekerja di kedai kopi Starbuck dan fans berat dari The Beatles. Dia membesarkan putri semata wayangnya Lucy (Dakota Fanning). Namun, tentunya Sam tidak sendirian membesarkan Lucy. Dibantu para sahabatnya, Lucy dibesarkan penuh cinta.

Rasa cinta dan cara mendidik Sam membuat Lucy tumbuh menjadi anak cerdas yang memiliki karakter dan keinginan yang kuat. Karena sejatinya bukan hanya Sam yang membesarkannya, Lucy pun belajar untuk melindungi sang ayah. Hal ini terlihat di salah satu adegan ketika Lucy memutuskan untuk berhenti belajar agar tidak lebih pintar dari sang ayah. “Aku tidak ingin membaca jika ayah tidak bisa,” kira-kira demikian pikirannya.

Seiring perjalanan film, kita tahu dari mana kegigihan Lucy berasal. Ternyata itu sifat yang menurun dari Sam. Ketika Lucy menginjak usia 7 tahun, otoritas setempat, melalui pihak sekolah, menyadari bahwa Sam tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk membesarkan Lucy karena disabilitas yang disandangnya serta ketidakcukupan secara ekonomi. Akhirnya Lucy dipisahkan sementara dari Sam dan diinapkan di rumah orang tua asuh sambil kasus hak asuhnya dilanjutkan di pengadilan. Dengan gigih Sam berusaha untuk mendapatkan hak asuh Lucy kembali dengan menggandeng pengacara andal yang sesungguhnya mata duitan, Rita Harrison (Michelle Pfeiffer).

Proses pendewasaan diri dialami Sam ketika putusan pengadilan tidak berpihak padanya. Lucy harus ikut orang tua asuhnya, yang sesungguhnya juga menyayangi Lucy. Disitulah Sam mulai menata hidupnya dan membuktikan dirinya pantas dan mampu sebagai seorang ayah.

Film ini tidak hanya menggambarkan drama hidup Sam dan Lucy tapi juga menyoroti kacaunya kehidupan pribadi Rita. Agaknya, apa yang dialami Sam mempengaruhi Rita untuk lebih mensyukuri apa yang dimilikinya.

Drama-komedi besutan Jessie Nelson ini dirilis pada tahun 2001. Meskipun termasuk drama lawas namun nilai kasih sayang yang dalam antara orang tua dan anak masih relevan dengan kondisi saat ini. Emosi penonton pun bisa ikut terhanyut saat mengikuti drama berdurasi 134 menit ini. Penonton seolah-olah digiring untuk mendukung Sam mendapatkan hak asuh atas Lucy.

Melalui film ini kita diajarkan bahwa orang yang memiliki disabilitas pun mampu menjadi orang tua yang baik meskipun dengan segala keterbatasannya. Dukungan dan bantuan dari orang di sekitarnya juga sangat penting, terutama di masa masa krisis.

Hal menarik lainnya adalah kuatnya pengaruh The Beatles pada drama ini. Contohnya saja dari pemilihan nama-nama karakter yang digunakan serta pengambilan beberapa adegan. Nama Lucy Diamond, misalnya, diambil dari lagu The Beatles, Lucy in The Sky with Diamonds. Lalu saat adegan Sam, Lucy, dan teman-teman Sam berjalan di zebra cross dengan balon-balon merupakan penghormatan untuk sampul album Abbey Road.

Kualitas akting dan interaksi yang sangat apik dari para pemain dan alur cerita yang menggugah mengantarkan I am Sam menerima berbagai penghargaan. Salah satunya mengantarkan Dakota Fanning sebagai aktris termuda yang pernah dinominasikan dalam penghargaan Screen Actor Guild pada usianya yang tujuh tahun dan mengantarkannya memenangi penghargaan aktor/aktris termuda di Broadcast Film Critics Association.

Keterangan Film:

  • Judul: I Am Sam
  • Genre: Drama, komedi
  • Durasi: 134 Menit
  • Sutradara: Jessie Nelson
  • Skenario: Kristine Johnson, Jessie Nelson
  • Produser: Jessie Nelson, Richard Solomon, Edward Zwick
  • Rumah Produksi: The Bedford Falls Company
  • Pemain: Sean Penn, Michelle Pfeiffer, Dianne Wiest, Dakota Fanning, Richard Schiff, Loretta Devine, Laura Dern
  • Distributor: New Line Cinema
  • Tanggal Rilis: 2001
  • Negara: Amerika Serikat

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button