Agustus 2021Media Utama

Geliat Vaksinasi Di Kapuas Hulu

Vaksinasi COVID-19 massal menyasar juga penduduk hingga di perbatasan Malaysia.  Masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu antusias mengikuti vaksinasi. 

Program vaksinasi COVID-19 sebagai ikhtiar mengatasi pandemi sudah dimulai sejak pertengahan Januari lalu. Program ini masih terus bergulir di seluruh penjuru Nusantara. Di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, geliat vaksinasi berlangsung tidak hanya di kota kabupaten tetapi merambah  sampai ke tingkat kecamatan. Kabupaten ini berada di posisi paling timur di Provinsi Kalimantan Barat dan berbatasan dengan Serawak, Malaysia.  Akses dari Kota Pontianak ke kabupaten ini dapat melalui jalur darat, sungai dan udara.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Herberia Karo Sekali, vaksinasi COVID-19 di daerahnya dimulai sejak  29 Januari silam.  Jenis vaksin yang saat ini diberikan adalah produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Moderna. Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga 31 Agustus lalu, cakupan vaksinasi di kabupaten ini mencapai 27.580 dosis atau 15,29 persen dari target provinsi untuk dosis pertama dan 17.316 dosis atau 9,6 persen untuk dosis kedua.

Menurut Herberia, masyarakat sangat antusias terhadap program vaksinasi tapi ia tidak menampik masih ada kendala terhadap ketersediaan dan distribusi vaksin ke daerahnya. “Respons di wilayah ini bagus. Mereka bersedia mengeluarkan ongkos sendiri dari desa sampai ke kabupaten untuk divaksin. Jika vaksin kami tidak dibatasi, maka (cakupan) bisa lebih optimal,” ujar Herberia kepada Mediakom paa 30 Agustus lalu.

Kendalanya, kata Herberia, adalah keterlambatan pengiriman vaksin. Hal tersebut berimbas pada pelaksanaan vaksinasi kedua. Kendala lain adalah sebagian masyarakat yang menolak vaksin namun jumlahnya kecil dan tidak berpengaruh besar terhadap program vaksinasi.

“Penolakan vaksinasi itu salah satunya disebabkan oleh kabar hoaks yang beredar. Masyarakat masih terpengaruh oleh berita bohong bahwa terdapat chip yang dimasukkan ke dalam tubuh bersama vaksin. Hoaks yang seperti itu paling sulit dihindari,” kata Herberia. Dinas Kesehatan terus berusaha mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar.

Herberia menuturkan pemberian vaksin ketiga atau penguat (booster) bikinan Moderna juga sudah dilakukan di Kapuas Hulu dengan capaian lebih dari 50 persen tenaga kesehatan. Saat ini vaksinasi penguat masih terus dilakukan dan berpusat di Putussibau, ibu kota kabupaten.

Vaksin Moderna tidak mungkin dikirim hingga ke kecamatan karena dikhawatirkan akan mencair dan rentan rusak karena guncangan selama dalam perjalanan.  Tantangan lain adalah para tenaga kesehatan yang tersebar di desa-desa terpencil. “Walaupun terkendala pada distribusi, namun kami tetap melaksanakan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan. Secara bergiliran mereka akan datang ke kabupaten untuk mendapatkan suntikan ketiga,” kata Herberia.

1 2Laman berikutnya

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button