Agustus 2021Kilas Internasional

Kemanjuran Vaksin COVID-19 Campuran Masih Diteliti

WHO memperingatkan bahwa belum ada hasil penelitian mengenai manfaat maupun dampak penggunaan vaksin COVID-19 campuran bagi kesehatan tubuh. Beberapa negara sudah menggunakannya. 

Ketersediaan vaksin yang masih terbatas dan mobilitas masyarakat internasional yang ketika bepergian antar-negara memiliki jenis vaksin yang berbeda-beda menjadi dua faktor penyebab penggunaan vaksin campuran. Beberapa orang Amerika Serikat mulai mencari vaksin tambahan, termasuk yang diproduksi oleh produsen vaksin yang berbeda. Beberapa negara lain bergerak maju dengan dosis kedua atau ketiga oleh pengembang vaksin COVID-19 yang berbeda. Hal ini menjadi perhatian para peneliti dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang memperingatkan bahwa belum ada hasil penelitian mengenai manfaat maupun dampak penggunaan vaksin campuran bagi kesehatan tubuh.

Informasi lebih lanjut masih diperlukan tentang efek menggabungkan vaksin yang berbeda. WHO telah memperingatkan hal itu dalam sebuah pernyataan pada 10 Agustus lalu. “Para ilmuwan saat ini sedang mengeksplorasi bagaimana respons imun berbeda pada orang yang menerima satu (jenis vaksin) dengan penerima dua jenis (vaksin) imunisasi,” tulis Popular Science pada 20 Agustus lalu.

Menurut ahli vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington, Deborah Fuller, pemberian vaksin campuran dapat terjadi karena jumlah orang yang harus divaksin tidak sebanding dengan ketersediaan vaksin. Dampak yang muncul, kata Deborah, mungkin akan baik-baik saja dan bahkan mungkin dapat memberikan manfaat ketika vaksin ini benar-benar tercampur.

Direktur Unit Vaksin dan Tantangan Malaria di Pusat Pengembangan Vaksin dan Kesehatan Global Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Baltimore, Kirsten E. Lyke, mengatakan, para ilmuwan yang mempelajari vaksin dan imunologi sebelumnya telah menyelidiki teknik-yang dikenal dengan istilah teknis heterologous prime-boost untuk ebola, TBC, dan penyakit menular lainnya. “Ini adalah pendekatan coba-dan-benar yang kami lakukan dengan pengujian vaksin sepanjang waktu tetapi belum mencapai primetime, ketika ada kombinasi vaksin berlisensi yang sengaja memiliki platform campuran,” kata Lyke.

Hasil penelitian tentang menggabungkan vaksin yang dikembangkan untuk penyakit menular lainnya, menurut Deborah, belum menemukan masalah keamanan. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah ini berlaku untuk vaksin COVID-19. Pada bulan Juli, perwakilan WHO, Soumya Swaminathan, menyarankan orang-orang agar tidak mencari dosis vaksin COVID-19 yang berbeda. Menurutnya WHO masih mengkaji efek penggunaan vaksin campuran ini.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *