Agustus 2021Info Sehat

Mengatasi Asma Dengan Nutrisi Tepat

Penyakit asma dapat dicegah dan diatasi dengan nutrisi. Dari bahan makanan yang mengandung antioksidan, antiperadangan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. 

Nutrisi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Selain berperan dalam memenuhi kebutuhan tubuh untuk tumbuh dan berkembang, nutrisi juga bermanfaat dalam mencegah dan mengatasi berbagai kondisi penyakit, seperti asma.

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan hiper-reaktivitas dan peradangan saluran napas sehingga menyebabkan saluran napas menyempit dan menimbulkan gejala napas berbunyi (mengi), batuk, sesak, dan rasa berat di dada. Kondisi tersebut dipicu oleh pelepasan senyawa radang oleh sel imun tubuh terhadap zat penyebab alergi (alergen), seperti serbuk sari, bulu binatang, bahan tambahan pangan, atau jenis makanan tertentu. Hiper-reaktivitas saluran napas juga dapat dipicu oleh polusi, udara dingin, stres emosional, dan berat badan berlebih.

Menurut Global Strategy for Asthma Management and Prevention dari Global Initiative for Asthma (2019), penanganan asma secara umum bertujuan untuk mengendalikan gejala, menurunkan angka kekambuhan dan kematian akibat asma, serta meminimalkan efek samping dari obat-obat asma. Pengendalian gejala dapat dilakukan dengan menghindari alergen, termasuk bahan makanan tertentu yang dapat memicu alergi serta menjalankan pola hidup sehat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Lalu, bagaimana peran nutrisi dalam mencegah dan mengatasi asma? Menurut Alwarith J. dkk. (2020) dalam artikel “The role of nutrition in asthma prevention and treatment”, kandungan nutrisi yang penting dalam pengendalian asma terutama terdapat pada bahan makanan yang mengandung antioksidan, antiperadangan, dan yang memiliki efek meningkatkan daya tahan tubuh.

Berikut ini kandungan nutrisi yang berperan dalam mencegah dan mengatasi gejala asma.

1. Vitamin C

Vitamin C berfungsi melembabkan permukaan saluran napas, menangkap radikal bebas, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mengurangi peradangan sehingga dapat mencegah terjadinya penyempitan saluran napas. Kandungan vitamin C yang tinggi dapat diperoleh dari jambu biji, kiwi, paprika, stroberi, jeruk, pepaya, brokoli, dan tomat.

2. Beta karoten

Beta karoten juga berperan sebagai antioksidan. Kandungan beta karoten tinggi dapat ditemukan pada bahan makanan berwarna jingga atau kuning tua seperti jeruk, wortel, tomat, mangga, dan labu. Makanan yang banyak mengandung beta karoten dapat mencegah, menghambat, dan memperbaiki kerusakan saluran napas pada kondisi asma.

3. Vitamin D

Penderita asma cenderung memiliki kadar vitamin D rendah di dalam darah. Kekurangan vitamin D sering berhubungan dengan keparahan asma. Sekitar 80 persen vitamin D dapat dibentuk sendiri oleh tubuh dari bawah kulit yang terpapar oleh ultraviolet B dari sinar matahari langsung. Sekitar 20 persen vitamin D juga dapat diperoleh dari asupan bahan makanan sumber vitamin D seperti ikan tuna, salmon, makerel, udang, hati sapi, telur, mentega, serta susu dan dan yogurt yang difortifikasi vitamin D.

Menurut McKenzie RL dkk (2019) dalam artikel “UV radiation: balancing risks and benefits”, hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh manfaat optimal dari paparan sinar matahari langsung agar tubuh dapat memproduksi vitamin D adalah indeks ultraviolet (UV index) sesuai waktu dan lokasi, warna kulit, serta bagian tubuh yang terpapar.

Bagi seseorang di wilayah Jakarta yang berkulit sawo matang, jika berjemur dengan wajah, lengan, dan kaki terbuka, maka ia membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit pada pukul 09.00-10.00 pagi (indeks ultraviolet 3-4) untuk memperoleh 1000 ultraviolet vitamin D. Waktu berjemur lebih lama dibutuhkan jika indeks ultraviolet lebih rendah, warna kulit lebih gelap, serta bagian tubuh terpapar lebih sedikit.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, angka kecukupan gizi vitamin D untuk orang dewasa adalah 600 ultraviolet per hari. Vitamin D tersebut dapat memperbaiki otot polos saluran napas, memperbaiki fungsi paru, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan pada penderita asma.

4. Omega-3

Omega-3 merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari sumber makanan sehari-hari. Berdasarkan tulisan Miyata J. dan Arita M. (2015), “Role of omega-3 fatty acids and their metabolites in asthma and allergic diseases”, omega-3 berperan sebagai anti-peradangan sehingga dapat memperbaiki fungsi paru pada penderita asma. Kandungan tinggi omega-3 dapat diperoleh dari jenis ikan yang berlemak (fatty fish), seperti salmon, tuna, makerel, patin, dan belut. Selain itu, sumber omega-3 dari bahan nabati seperti minyak kanola, flax seedschia seed, dan alpukat juga dapat mencegah hiper-reaktivitas yang memicu gejala asma.

5. Magnesium

Bahan makanan yang banyak mengandung magnesium, seperti kacang tanah, kacang mete, kacang almon, tahu, bayam, keju, daging ayam dan sapi juga dapat memberikan manfaat pada penderita asma. Menurut Zilaee M. dan Hosseini S. A. (2019) dalam artikel “Nutritional recommendations in asthmatic patients”, magnesium dapat menimbulkan relaksasi otot polos di saluran pernapasan. Selain itu, asupan magnesium juga dapat memperbaiki fungsi paru dan melebarkan pipa saluran napas (bronkus). [*] 

dr. Dini Fadhilah, PPDS

Ilmu Gizi Klinik FKUI

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *