Agustus 2021Serba Serbi

Si Tangan Kidal dengan Segala Keunikannya

Tidak ada yang salah kecenderungan seseorang yang lebih menggunakan tangan kidal/ kiri dalam aktivitas rutinnya. Fungsinya sama. Tinggal menyesuaikan dengan pola kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Kecenderungan seseorang menggunakan tangan kidal atau tangan kiri dalam aktivitas sehari-hari memang tidak sebanyak dibanding seseorang yang menggunakan tangan kanan. Kecenderungan ini memang sudah tampak dari diri seseorang sejak masa anak-anak. Namun, Ibu tidak perlu khawatir ya jika anaknya memang cenderung aktif menggunakan tangan kidal. Penggunaan tangan kidal tidak punya pengaruh buruk terhadap hal apapun dalam kehidupan sehari-hari

Faktanya, ada sekitar 10% – 12% penduduk dunia yang bertangan kidal. Mengambil rata-rata 11%, ini berarti bahwa ada 836.000.000 orang kidal di seluruh dunia, dari populasi 7,6 miliar, sebagaimana dilansir laman metro.co.uk.

Otak besar manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu kiri dan kanan. Masing-masing bagian mempunyai fungsi yang berbeda dan bekerja secara bersilang, artinya belahan otak kanan mengontrol sisi tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Otak kiri yang mengontrol sisi kanan tubuh, terkait dengan fungsi literasi, berbicara maupun menulis, juga terkait dengan kemampuan logika, math, dan sains. Sebaliknya fungsi otak kanan yang mengontrol sisi kiri tubuh, terkait kemampuan kreatif, seni, musik, juga persepsi dan emosi.

“Pada anak-anak kidal, kerja otak kanan inilah yang mendominasi,” jelas Tina A. Djakaria, Psi dari Little BZB School kepada Mediakom (1/8).

Sesuai fungsi otak kanan yang mendominasi pada anak-anak kidal, maka anak-anak bertangan kidal justru seringkali memiliki banyak kelebihan. Menurut Tina, kelebihan yang dimiliki anak bertangan kidal di antaranya cenderung lebih kreatif dan mampu berpikir “out of the box”.

“Mereka juga memiliki kemampuan persepsi visual dan spasial (keruangan) yang lebih baik. Selain itu, mereka juga terkadang menonjol di berbagai bidang seni,” tambahnya.

Untuk para orang tua yang memiliki anak dengan kecenderungan seperti ini tentu perlu melatih adaptasi anak. Adaptasi menyesuaikan dengan pola di lingkungan masyarakat yang mayoritas menggunakan tangan kanan dalam aktivitas sehari-hari. Nah, orang tua yang memiliki anak yang bertangan kidal disarankan melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Menerima dan menyadari bahwa kidal bukan sesuatu yang aneh, salah, ataupun berakibat fatal. Kidal juga bukan keinginan anak, tapi dikarenakan dominasi kerja otak kanannya.
  • Orang tua tidak perlu melarang anak beraktivitas dengan tangan kirinya, hindari memberi label “tangan bagus/tangan tidak bagus” yang bisa membuat anak kurang percaya diri karena merasa ada yang salah dengan dirinya.
  • Orang tua boleh tetap melatih tangan kanannya untuk menyeimbangkan kerja kedua belahan otak.
  • Ketika berada di lingkungan yang umumnya menggunakan tangan kanan, orang tua dapat membantu melatih anak menggunakan tangan kanannya saat bersosialisasi, khususnya yang terkait nilai kesopanan seperti saat bersalaman, memberi, atau menerima sesuatu. Tapi di luar hal ini, biarkan anak tetap beraktivitas dan bereksplorasi dengan menggunakan tangan kiri sebagai tangan dominannya, dan sediakan fasilitas/peralatan yang mendukung seperti pencil grip dan gunting khusus kidal.

Menggunakan tangan kanan atau tangan kiri, keduanya sama-sama baik. Karena bagaimanapun kidal adalah sebuah keunikan. Anak kidal memiliki banyak kelebihan-kelebihan yang dapat dikembangkan, sehingga orang tua dapat memahami dan menerima keunikannya tersebut.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button