Agustus 2021Media Utama

Strategi Pengendalian Lonjakan Kasus

Story Highlights
  • Peningkatan terapi terhadap penderita COVID-19 dilakukan dengan mengkonversi tempat tidur rumah sakit hingga 30-40 persen dari total kapasitas rumah sakit

Tiga strategi untuk menghadapi lonjakan pandemi COVID-19 saat ini adalah melalui peningkatan deteksi, terapi, dan vaksinasi. Untuk peningkatan deteksi, pemerintah akan menambah jumlah tes COVID-19 hingga 400 ribu setiap hari, kurang lebih tiga kali lipat dari sekarang. Selain itu, pemerintah juga melakukan surveilans suspek dan tracing kontak erat dengan penderita serta pemanfaatan oksimeter sebagai deteksi awal.

Hal ini dijelaskan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers secara daring pada 2 Agustus lalu. Menurut Menkes, peningkatan jumlah tes harus tetap mengikuti strategi tes yang benar, yakni prioritas penemuan kasus pada suspek dan kontak erat dari kasus-kasus terkonfirmasi dengan target 15 kontak erat per kasus yang terkonfirmasi. Seluruh kontak erat harus dites dan dikarantina. “Skrining orang-orang tidak bergejala dan bukan kontak erat bukanlah kegiatan prioritas dari strategi,” ujarnya.

Menurunkan Angka Kematian

Tingginya angka kematian akibat COVID-19 terutama karena pasien sudah dalam kondisi berat-kritis saat datang ke rumah sakit dan kemudian meninggal dengan saturasi kurang dari 95 persen. Untuk menurunkan tingkat kematian yang tinggi, pemerintah telah memantau pasien isolasi mandiri, mengoptimalkan layanan telemedisin, edukasi masyarakat soal isolasi mandiri, dan pembangunan fasilitas isolasi terpusat.

Pemerintah telah membagikan oksimeter ke pusat-pusat kesehatan masyarakat di 20 kabupaten/kota di Pulau jawa. Oksimeter ini untuk mengukur saturasi oksigen oleh petugas puskesmas dengan dibantu oleh ketua rukun tetangga, bintara pembina desa, bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban, serta kader desa. Apabila menemukan saturasi oksigen kurang dari 94 persen, petugas segera membawa pasien ke rumah sakit.

Khusus untuk pelayanan masyarakat untuk layanan konsultasi dokter dan pemberian paket obat, pemerintah telah mengoptimalkan layanan telemedisin. Melalui layanan ini masyarakat mudah mendapat akses dan cakupan layanan konsultasi dokter jarak jauh serta pemberian paket obat kepada pasien yang isolasi mandiri.

“Masyarakat yang melakukan isolasi mandiri akan mendapat edukasi bagaimana cara mengukur laju pernapasan. Bila napas terasa sesak atau laju napas lebih dari 20 kali per menit, segeralah datang ke puskesmas terdekat,” ujar Menkes.

Untuk menghadapi keterbatasan isolasi mandiri, pemerintah juga membangun fasilitas isolasi terpusat. Fasilitas ini dilengkapi dengan klinik kesehatan, ICU mini, dan tenaga dokter jaga 24 jam.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button