Agustus 2021Isi Piringku

Sup Ikan Dari Bumi Sriwijaya

Makanan berkuah asal tanah Sriwijaya ini memang segar. Dengan bahan dasar ikan tenggiri dan sagu, tekwan menjadi makanan khas Palembang yang punya nilai gizi.

Selain pempek, Sumatera Selatan juga memiliki hidangan kuliner khas lainnya, yaitu tekwan. Seperti halnya pempek, tekwan juga dibuat dengan bahan dasar sagu dan ikan tenggiri. Yang membedakan kedua makanan khas tanah Sriwijaya ini adalah bentuk dan citarasanya. 

Jika pempek memiliki bentuk yang beragam seperti bulat, panjang, dan pipih. Lain halnya dengan tekwan yang berbentuk bulatan kecil. Sedangkan dari segi rasa, pempek memiliki citarasa yang asam, manis dan pedas. Hal ini karena pempek menggunakan cuka sebagai sausnya. Berbeda dengan pempek, tekwan memiliki rasa yang gurih dan segar karena disajikan dengan kuah sup yang dibuat dari kaldu ikan atau udang.

Tak hanya disajikan dengan kuah sup saja, biasanya tekwan juga disantap dengan pelengkap lain, seperti sohun, jamur kuping, bengkuang, daun seledri dan bawang goreng. Agar semakin nikmat, para pecinta pedas juga bisa menambahkan sambal hijau ke dalam hidangan ini. 

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti tentang penamaan masakan ini. Namun, dilansir dari portal Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, ada dua pendapat terkait asal-usul nama ‘tekwan’. 

Pendapat pertama mengatakan bahwa tekwan merupakan akronim dari bekotek samo kawan yang artinya ngobrol-ngobrol bersama teman. Akronim ini muncul karena biasanya orang menyantap tekwan di saat santai, sambil berbincang dengan teman. Sedangkan pendapat kedua menerangkan bahwa kata tekwan berasal dari akronim bahasa inggris take one yang artinya ambil satu-satu.

Tekwan sangat mudah ditemui di tempat asalnya. Tak hanya dijual matang, tekwan juga dijual dalam bentuk mentah. Sehingga bisa dijadikan oleh-oleh maupun untuk dimasak sendiri di rumah.

Karena terbuat dari ikan tenggiri tentu saja tekwan memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh manusia. Dewi Astuti, Nutrisionis Ahli Muda Direktorat Gizi Masyarakat, menyebutkan bahwa tekwan merupakan camilan padat gizi yang sangat baik dikonsumsi sebagai selingan oleh ibu hamil maupun balita. 

Berikut adalah beberapa manfaat ikan tenggiri yang dilansir dari laman Organicfacts. 

Dapat Meningkatkan Imunitas

Meski memiliki kadar vitamin C yang rendah, ikan tenggiri tetap digemari karena efeknya pada sistem kekebalan tubuh. Koenzim Q10 adalah salah satu elemen unik pada ikan tenggiri yang erat kaitannya dengan pencegahan infeksi dan memperkuat pertahanan tubuh terhadap stres oksidatif. Asam lemak Omega-3 juga diketahui dapat mengurangi peradangan. 

Dapat Menurunkan Kolesterol

Dengan tingkat asam lemak Omega-3 yang dimiliki, ikan tenggiri dapat meningkatkan keseimbangan kolesterol dalam tubuh dengan menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Ini dapat mengurangi jumlah kolesterol yang teroksidasi dan disimpan di arteri sebagai plak, sehingga ikan ini diketahui dapat menurunkan risiko aterosklerosis, serangan jantung, strok, dan penyakit jantung koroner. 

Dapat Membantu Mengontrol Diabetes

Asam lemak tak jenuh tunggal, seperti yang terkandung dalam ikan tenggiri, menurut penelitian yang dilakukan oleh The American Journal of Clinical Nutrition, dapat menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Menjaga Kesehatan Kulit

Dengan jumlah asam lemak Omega-3 dan selenium yang cukup, ikan tenggiri dapat memenuhi kebutuhan kulit seseorang. Zat-zat ini dapat bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh dan membantu mengurangi stres oksidatif dan efek radikal bebas, yang merupakan produk sampingan alami dari metabolisme sel. Tenggiri juga dapat membantu mengurangi munculnya keriput dan bintik-bintik penuaan dan meredakan kondisi peradangan tertentu seperti psoriasis dan eksim. 

Tak hanya ikan tenggiri saja, tekwan juga terbuat dari tepung sagu yang memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Tepung sagu merupakan makanan sumber karbohidrat yang merupakan sumber energi.  Dalam 100 gram tepung sagu mengandung 362 kkal, 0,5 gram protein, 0,3 gram lemak dan 86,9 gram Karbohidrat. Namun, sebaiknya sagu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar karena kandungan kabohidratnya yang tinggi.

“Jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan berisiko pada peningkatan berat badan berlebih,” kata Dewi.

Pelengkap tekwan adalah bengkuang. Salah satu manfaat bengkoang yang utama adalah melancarkan pencernaan. Pasalnya, serat pada bengkoang bisa membuat tinja lebih lunak dan mudah bergerak melalui saluran pencernaan. Selain serat, zat gizi lain yang terkandung dalam bengkoang dan juga bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan adalah air dan inulin. dikutip dari alodokter,  kandungan inulin pada bengkoang mampu meningkatkan frekuensi buang air besar hingga 31% saat Anda mengalami sembelit. Selain itu  Bengkoang mengandung antioksidan, seperti vitamin C, yang berperan menangkal paparan radikal bebas. Selain menangkal radikal bebas, kandungan vitamin C pada bengkoang juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat Anda tidak mudah sakit

Dewi menambahkan bahwa sebaiknya dalam membuat tekwan, tidak terlalu banyak proporsi sagunya. Melainkan proporsi ikannya yang lebih dominan, sehingga tekwan dapat menjadi camilan padat gizi yang tinggi protein.

“Dalam semangkuk tekwan sudah terdapat sumber karbohidrat yang berasal dari sohun, sagu dan bengkuang, protein dan lemak baik dari ikan, serta vitamin, mineral dan serat dari jamur, daun bawang sebagai pelengkap dan juga bengkuang. Tekwan dapat menjadi makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *