September 2021Serba Serbi

Gesit Berburu Beasiswa Pendidikan

Beasiswa pendidikan bisa diperoleh siapa saja. Gesit melihat peluang dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki.

Mendapatkan beasiswa pendidikan tentu menjadi harapan banyak orang. Selain bebas biaya perkuliahan, tentu saja menjadi hal yang membanggakan karena proses mendapatkan beasiswa dimanapun akan melalui proses seleksi yang ketat. Banyak beasiswa pendidikan yang ditawarkan mulai dari beasiswa dari negeri sendiri seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) hingga beasiswa yang ditawarkan dari negara masing[1]masing pemberi beasiswa. Ada yang menawarkan pembayaran biaya kuliah saja, ada yang menawarkan biaya kuliah dan biaya hidup, bahkan ada yang menawarkan biaya kuliah dan biaya hidup keluarga. Menarik bukan?

Dari semua beasiswa pendidikan yang ditawarkan, masing-masing punya karakteristik tersendiri. Sehingga setiap pemburu beasiswa pendidikan diharapkan melakukan observasi yang intensif dalam mengenal syarat dan ketentuan beasiswa pendidikan tersebut. Hal ini yang diungkapkan Fahlesa Munabari, Ph.D. Fahlesa yang kesehariannya menjadi staf pengajar di salah satu universitas swasta internasional ini menceritakan bagaimana pengalamannya dalam berburu dan bersaing untuk mendapatkan beasiswa yang ia inginkan.

“Syaratnya yang pertama sebagai pemburu beasiswa, kita cek dulu karakteristik beasiswa tersebut. Karena mau nggak mau antara satu beasiswa dengan beasiswa lain tentu ada karakteristik yang berbeda,” kata Fahlesa kepada Mediakom, Agustus 2020.

Fahlesa menjelaskan dalam proses seleksi beasiswa tentu para pelamar juga memiliki kompetensi dan kemampuan yang bagus. Sehingga dibutuhkan kompetensi yang lebih ketika akan mengajukan beasiswa pendidikan dari para pesaing beasiswa lainnya.

“Ini kan kita sedang berkompetisi kan. Bagaimana kita punya kemampuan lebih dibanding yang lain dan menarik hati yang empunya program beasiswa itu,” ujar Fahlesa.

1 2Laman berikutnya

Chazizah Gusnita

Chazizah Gusnita merupakan dosen Prodi Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Budi Luhur, Jakarta.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button