PeristiwaSeptember 2021

Pemerintah Ajak Masyarakat Rawat Gigi dan Mulut

Merawat gigi di masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri. Sekelumit permasalahan yang dihadapi, mulai rasa takut ke klinik kesehatan gigi karena penularan virus hingga para tenaga kesehatan spesialis gigi yang terpapar COVID-19 saat masa pandemi. 

Permasalahan kesehatan gigi ini menjadi fokus utama yang dibahas dalam perayaan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2021 yang diperingati tanggal 12 September setiap tahunnya. Adapun tema yang diangkat pada HKGN tahun 2021 adalah “Gigi dan Mulutku Sehat di Masa Pandemi”.

“Dalam situasi pandemi, pasien banyak yang menunda melakukan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi,” ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, drg. Saraswati, MPH dalam Temu Media HKGN 2021 yang digelar secara virtual pada Sabtu 12 September 2021. 

Pemerintah mengharapkan melalui momen HKGN, masyarakat bisa tergugah kesadarannya untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, melalui dukungan lintas sektor semoga mutu penyelenggaraan pelayanan Kesehatan gigi dan mulut, serta penguatan strategi terutama upaya mendukung program prioritas nasional serta mewujudkan Indonesia Bebas Karies 2030. 

“Semoga pandemi COVID-19 tidak menjadi penghalang bagi tenaga kesehatan untuk melakukan upaya baik promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Secara khusus untuk tenaga kesehatan gigi karena masih dalam kondisi pandemi tetap diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan gigi mulut kepada masyarakat dengan berbagai penyesuaian, bahkan menuntut inovasi para sejawat untuk memanfaatkan teknologi digital,” tandas Saras.

Menjawab kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan gigi dan mulut terutama di masa pandemi COVID-19, kini telah dikembangkan layanan teledentistry yang bisa dimanfaatkan oleh pasien untuk berkonsultasi dengan dokter gigi, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dengan terbitnya juknis dan layanan teledentistry ini, diharapkan risiko penularan COVID-19 di fasilitas layanan kesehatan gigi dan mulut dapat diminimalisasi.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *