Info SehatSeptember 2021

Ragam Gejala Setelah Menerima Vaksinasi

Kejadian ikutan setelah menerima vaksin COVID-19 berbeda-beda, tergantung individu dan jenis vaksin. Tak perlu paracetamol kalau tidak demam.

Sejauh ini, vaksinasi merupakan metode yang paling efektif untuk mencegah dampak infeksi COVID-19 menjadi berat atau kematian. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang enggan untuk divaksin. Salah satunya karena mereka khawatir akan timbulnya kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe, Sp.PD, munculnya KIPI merupakan hal wajar sebagai bentuk respons tubuh terhadap masuknya zat asing yang sebelumnya tidak dikenal.

“Saat vaksin diberikan kepada kita, ada proses perkenalan. Tubuh akan bereaksi berupa radang yang kemudian akan menghasilkan antibodi. Pada saat terjadi radang ini terbentuklah zat-zat yang membuat kita merasa tidak merasa enak badan, demam, mengantuk, lapar dan segala macam. Tapi kita mesti ingat bahwa ini tanda vaksinnya bekerja, bahwa tubuh kita merespons dengan baik,” ujar Dirga saat mengisi acara webinar Kelas Edukasi Jenis Vaksin dan Perbedaannya yang diselenggarakan oleh Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan pada 2 September lalu.

Profesor Dr. Zullies Ikawati, Apt., M.M. menjelaskan, KIPI adalah kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi  yang tidak serta merta memiliki hubungan sebab-akibat dengan vaksin tersebut. Sehingga, kata Zullies, gejala yang dialami itu belum tentu karena vaksin. Hal itu bisa berupa gejala, tanda klinis, kelainan laboratorium, atau bahkan penyakit lain.

Zullies mengatakan,  KIPI dapat  diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok, yakni KIPI yang terkait dengan komponen vaksin dan KIPI yang terkait dengan cacat mutu vaksin. Ada pula KIPI karena kesalahan prosedur, seperti terjadi infeksi karena penggunaan vaksin yang terkontaminasi, dan KIPI akibat kecemasan.

“Yang menarik adalah KIPI akibat kecemasan karena takut disuntik. Ini ada istilahnya sendiri. Ada orang yang kejang dan bahkan pingsan (setelah divaksin) tapi sebenarnya ini terjadi karena dia takut. Ada kecemasan atau kejadian secara kebetulan,” ucap Zullies.

Menurut Zullies, istilah yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menerangkan mengenai kecemasan yang berdampak pada tubuh, walaupun tidak ada hubungannya dengan komponen vaksin, adalah immunization stress related respond dan terjadi sebelum, setelah, dan saat mendapat vaksin. “Orang-orang yang mempunyai riwayat kecemasan memang disarankan untuk diatasi dulu masalah kecemasannya sebelum divaksin,” ujar alumni Universitas Gadjah Mada ini.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button