Kilas InternasionalSeptember 2021

Varian Mu Merebak di 46 Negara

Varian mu telah muncul di banyak negara. Belum masuk ke Indonesia. Kewaspadaan harus ditingkatkan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis B.1.6.2.1 varian baru COVID-19 yang dikenal juga dengan nama varian mu dan masuk dalam kategori variant of interest (VOI) di awal September lalu. Varian ini pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari lalu.

WHO menggolongkan varian-varian ini sebagai VOI dan variant of concern (VOC). Secara umum, varian tersebut tergolong VOC bila bukti ilmiah yang lebih kuat sudah tersedia dan VOI bila bukti ilmiahnya masih lebih awal. Selain varian mu, varian eta (B.1.525), iota (B.1.526), kappa (B.1.517.1) dan lambda (C.37) juga termasuk dalam kategori VOI. Sejak ditemukan di Kolombia, varian mu juga dilaporkan ditemukan di Amerika Selatan dan berbagai negara di Eropa.

“Varian mu ini memiliki konstelasi (tatanan) mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan” ungkap WHO dalam buletin mingguannya. Mereka pun menyerukan studi lanjutan untuk memahami lebih lanjut mengenai varian mu yang sudah dilaporkan ditemukan di 46 negara tersebut.

Belum Ditemukan di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan bahwa semakin banyak kasus COVID-19 berkembang dan semakin lama pandemi ini berlangsung, maka virus itu akan melakukan modifikasi dan mengalami mutasi. Dante juga menyampaikan bahwa varian baru tersebut belum ditemukan di Indonesia.

“Kita sudah melakukan genom sekuensing terhadap 7 ribuan orang di Indonesia dan belum terdeteksi varian tersebut,” katanya dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden pada awal September lalu.

Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi masuknya berbagai varian baru COVID-19, salah satunya varian mu, Kementerian terus berupaya memperketat tata laksana di pintu masuk negara Indonesia bagi pelaku perjalanan dari luar negeri. Pemerintah juga memantau secara ketat para pelaku perjalanan yang berasal dari Kolombia, Ekuador, maupun negara yang dekat dengan Indonesia, seperti Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, dan India yang telah melaporkan kejadian adanya varian mu di negaranya.

“Pemerintah terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk pengetatan, pembinaan, pengawasan dan skrining di pintu masuk negara,” kata Nadia dalam gelar wicara “Kesiapsiagaan Hadapi Varian Baru” di Radio Kesehatan pada 13 September lalu. Nadia juga menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan terus melakukan koordinasi dan pengawasan bersama sektor lain dalam pemeriksaan sekuensing terhadap kasus-kasus yang masuk ke Indonesia maupun yang terjadi melalui penularan lokal di Indonesia.

Baik Dante maupun Nadia menegaskan pentingnya masyarakat agar tetap taat terhadap protokol kesehatan serta lekas divaksinasi walaupun pelonggaran aktivitas masyarakat sudah dilakukan dan tingkat keterisian di rumah sakit sudah menurun. Nadia juga menyampaikan bahwa  dengan ketersediaan vaksin yang cukup saat ini, masyarakat diimbau segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin. “Jadi, ayo pakai masker dan ayo divaksin. Kita bisa mencegah varian baru bersirkulasi di Indonesia,” kata Nadia. [*]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button