Media UtamaOktober 2021

Kala Penyandang Gangguan Jiwa Terjangkit COVID-19

Penderita gangguan jiwa dapat terpapar COVID-19. Perawatan khusus dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi, Bogor. Ada seni tersendiri dalam penanganan pasien.

Sebuah video yang berisi narasi tentang orang dengan gangguan jiwa tidak dapat terjangkit COVID-19 beredar di masyarakat. Tidak jelas sumber video tersebut dan dapat dipastikan bahwa yang disampaikan di dalamnya juga tidak benar.

“Waktu itu sempat ada video, ‘orang gila tidak mungkin kena COVID’, tapi kenyataannya tidak benar karena paparan infeksi COVID-19 lebih mudah. Memang akhirnya mereka orang tanpa gejala tapi hasil tes PCR-nya positif,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi, Dr. dr. Fidiansjah, Sp.K.J., M.P.H., kepada Mediakom, 12 Oktober lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Fidi ini, virus tidak membedakan antara orang dengan gangguan jiwa atau tidak. Siapa saja bisa terinfeksi. Hanya saja, lanjutnya, ada seni tersendiri dalam penanganan pasien yang memiliki kekurangan aspek kognitif ini. “Pada tahap awal, patokannya gejala. Ada panas dan sebagainya. Ketika mereka sudah agak tenang sedikit, baru bisa dilakukan tes PCR,” kata Direktur Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kementerian Kesehatan.

Dalam prosesnya, Fidi mengakui bahwa memang ada hal-hal yang harus ditoleransi ketika merawat pasien dengan gangguan jiwa sehingga protokol kesehatan tidak bisa diterapkan secara mutlak. Sebagai contoh, kata Fidi, penggunaan masker yang tidak bisa dipaksakan kepada pasien khusus ini. “Waktu Pak Menteri bertanya, ‘Bagaimana caranya orang sakit jiwa pakai masker?’, ya tidak bisa, saya bilang. Ini masker bisa jadi alat bunuh diri, saya bilang. Sudah begitu, mereka main tukar-tukaran masker ketika dikasih, main tukar-tukaran kayak tukaran kado,” kata dia.

Para pasien dengan gangguan jiwa yang terpapar virus SARS CoV-2 juga dilarang untuk berjemur. “Mereka tidak berjemur tapi tetap kami lokalisasi karena khawatir mereka memanfaatkan keliaran yang bukan semestinya, yang malah jadi sumber penularan lain,” kata Fidi.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *