Desember 2021Kilas Internasional

Detak Jantung sebagai Risiko Demensia

Peneliti Swedia menyimpulkan bahwa peningkatan denyut jantung pada orang usia lanjut menjadi indikator faktor risiko demensia

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Karolinska Institutet di Swedia menyimpulkan bahwa peningkatan denyut jantung pada orang usia lanjut menjadi indikator faktor risiko demensia. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association pada 3 Desember lalu.

“Kami percaya (hasil penelitian ini) akan bermanfaat untuk mengeksplorasi apakah detak jantung saat istirahat dapat mengidentifikasi pasien dengan risiko demensia tinggi,” kata Yume Imahori, peneliti di Departemen Neurobiologi, Ilmu Perawatan dan Masyarakat, Karolinska Institutet.

Menurut Science Daily, detak jantung saat istirahat mudah diukur dan dapat diturunkan melalui olahraga atau perawatan medis. Para peneliti percaya bahwa hal ini dapat membantu mengidentifikasi orang-orang dengan risiko demensia yang lebih tinggi untuk mendapat intervensi dini.

Menurut Mayo Clinic, demensia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang mempengaruhi memori, berpikir, dan kemampuan sosial cukup parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Meskipun demensia pada umumnya tampak sebagai kehilangan ingatan tapi kehilangan ingatan bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Kehilangan ingatan saja tidak berarti orang menderita demensia, meskipun sering kali hal ini merupakan salah satu tanda awal dari kondisi tersebut. Demensia bukan penyakit tertentu tetapi beberapa penyakit dapat menyebabkan demensia. Penyakit alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia progresif pada orang dewasa yang lebih tua tetapi ada sejumlah penyebab lain dari demensia.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button