Desember 2021Media Utama

Di Antara Dua Vaksin

Waktu pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah bersamaan dengan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak.

Cakupan vaksinasi rutin di beberapa wilayah selama pandemi COVID-19 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan juga terjadi di Kota Depok, Jawa Barat. Pada tahun 2019, vaksinasinya mencapai 95,8 persen tapi pada tahun 2020 hanya 74,5 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, mengatakan, penurunan ini terjadi karena masyarakat takut datang ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau fasilitas pelayanan kesehatan lain, terutama pada saat jumlah kasus COVID-19 sedang di puncak. “Saat itu, pelayanan di puskesmas dibatasi dan pos pelayanan terpadu (posyandu) juga tidak aktif,” kata dia.

Kini grafik kasus harian COVID-19 semakin landai dan cakupan vaksinasi rutin meningkat. Hingga November 2021, cakupan vaksinasi rutin di Kota Depok sudah mencapai 82,3 persen. “Mudah-mudahan bisa dipertahankan, meski ada varian COVID-19 baru. Kami akan mengaktifkan kembali posyandu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kemudian membuka layanan imunisasi di fasilitas kesehatan, dan melakukan pelacakan bayi dan anak usia di bawah dua tahun di tingkat rukun tetangga/rukun warga,” kata Mary memaparkan strategi peningkatan cakupan vaksinasi di wilayahnya.

Mary bersyukur bahwa para orang tua cukup antusias untuk mengikuti program imunisasi dasar untuk anak. “Sudah terbentuk kesadaran masyarakat,” kata dia.

Saat ini, program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) masih berjalan di Kota Depok. Ada sekolah yang telah menyelesaikan program itu dan ada yang masih menjalankannya hingga akhir Desember 2021. BIAS menyasar siswa kelas 1, 2, dan 5 sekolah dasar atau sederajat.

“Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) baru dimulai pada 1 Oktober dan sempat ada satu kecamatan di Depok yang menghentikan PTMT karena ada kasus COVID-19 di sekolah. Hal ini merupakan salah satu kendala pelaksanaan BIAS tidak berjalan cepat. Ada sekolah yang sudah selesai melaksanakan BIAS tapi masih ada yang saat ini melakukan (imunisasi),” ujar Mary.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button