Desember 2021Media Utama

Jangan Abaikan Imunisasi Rutin

Kementerian Kesehatan tetap menggelar program imunisasi lanjutan rutin kepada anak sekolah. Bersamaan dengan program vaksinasi COVID-19

Setiap bulan Agustus dan November, Kementerian Kesehatan menggelar program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang memberikan vaksinasi lanjutan kepada anak-anak sekolah, yang sebelumnya telah mendapat vaksinasi dasar sejak masih bayi. Program ini pertama kali dimulai pada tahun 1984 dan sampai saat ini terus berlangsung dengan menyasar siswa sekolah dasar (SD) yang duduk di bangku kelas 1, 2, 5, dan 6.

“Tujuannya untuk memperpanjang antibodi, memperpanjang kekebalan, terutama terhadap penyakit difteri, tetanus, campak, dan rubella, karena penyakit-penyakit ini tidak hanya dapat dialami mereka ketika masih bayi tapi juga bisa terjadi pada anak usia sekolah. Campak,  misalnya, sampai usia sekolah menengah pertama masih bisa kena,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, ketika ditemui Mediakom di ruang kerjanya pada Senin, 20 Desember lalu.

Maxi menjelaskan, vaksinasi dalam program BIAS sangat penting untuk melindungi kesehatan anak pada usianya maupun di waktu mendatang. Dia mencontohkan vaksin rubella, yang bertujuan agar para perempuan bila dewasa dan hamil nanti tidak sampai mengalami sindrom rubella kongenital (CRS), yakni sekumpulan gejala penyakit yang terdiri dari katarak, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan pada anak yang dikandungnya. Contoh lain adalah vaksin tetanus yang, menurut Maxi, dapat mencegah terjadinya tetanus neonatal, penyakit tetanus yang menyerang bayi baru lahir yang menjadi salah satu penyebab angka kematian bayi tinggi.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A.(K).. Program BIAS, kata Piprim, bermanfaat untuk memberikan perlindungan kepada anak dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.

Piprim berpesan agar orang tua tidak mengabaikan imunisasi rutin ini. “Jangan sampai kita abai dengan imunisasi rutin dan hanya berfokus pada vaksinasi COVID-19 karena penyakit-penyakit lainnya yang bisa dicegah dengan vaksinasi itu sebetulnya memiliki fatalitas yang lebih tinggi daripada COVID-19,” kata Piprim dalam Seminar Awam “Tanya IDAI tentang Berita Terkini COVID-19 pada Anak” yang diselenggarakan secara dalam jaringan (daring) pada 20 Desember lalu.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button