Desember 2021Referensi Film

Korek Api di Bangsal Rumah Sakit

Film animasi Phosphôros menggambarkan perjuangan tenaga kesehatan dalam menangani pandemi COVID-19. Sejumlah film pemenang festival film WHO mengangkat berbagai isu kesehatan.

Pemandangan ini mungkin biasa kita saksikan: perawat dan dokter mendorong sebuah tempat tidur beroda yang membawa seorang pasien masuk ke bangsal perawatan khusus COVID-19 di sebuah rumah sakit. Yang berbeda adalah sutradara Susana Beatriz Serrano menggambarkannya dengan menggunakan korek api.

Manusia-manusia di film animasi Phosphôros ini dibentuk dari batang-batang korek api yang didandani sesuai karakter mereka. Mirip boneka mainan anak-anak tapi dengan ukuran mini. Perawat, misalnya, mengenakan baju putih putih dan nurse cap putih. Ruang perawatan dibangun dari kardus seukuran kotak sepatu dan kain-kain perca. Semua dibikin secara kasar tapi jelas menunjukkan fungsinya.

Film ini dibikin dengan teknik stop-motion, seperti pembuatan film seri Shaun The Sheep. Kreator memanipulasi objek secara fisik agar terlihat bergerak. Caranya dengan menggerakkan objek sedikit demi sedikit dan memotret setiap posisinya. Nanti semua foto digabung sehingga menciptakan ilusi objek yang bergerak ketika diputar sebagai film.

Film El Salvador sepanjang dua menit ini berjalan tanpa kata-kata. Tapi, ia merekam salah satu tragedi paling akrab dari pandemi virus corona: seorang perawat yang merawat pasiennya sepanjang waktu di ruang khusus COVID-19. Pasien-pasien itu sembuh dan akhirnya pulang. Satu per satu ranjang pasien dikeluarkan hingga ruang itu kosong. Namun, di akhir cerita, sebuah ranjang diletakkan lagi di ruangan itu. Sang perawat kini menjadi pasien setelah terjangkit COVID-19 dari para pasien.

Kata “phosphôros” memang digunakan orang El Salvador, para penutur bahasa Spanyol, untuk menyebut “korek api”. Serrano tampaknya menggunakan benda ini juga bersifat simbolik. Korek itu dapat terbakar, sebagaimana para tenaga kesehatan dapat mengalami burnout, kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Mereka dapat mengalami kelelahan, menjadi lemah, dan akhirnya mudah tertular penyakit.

Tema yang jelas, plot sederhana, dan bentuk simbolik ini menjadikan Phosphôros menjadi semacam persembahan kepada para tenaga kesehatan yang menjadi martir dalam menangani COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganugerahi film ini sebagai pemenang utama (grand prix) kategori perlindungan kesehatan universal dalam Health for All Film Festival 2021.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *