Desember 2021Media Utama

Meminimalkan Potensi Penularan COVID-19

Pemerintah mulai menggelar vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun. Belum ada laporan mengenai kejadian ikutan setelah vaksinasi yang berat.

Pemberian vaksin COVID-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun sudah dimulai pada 14 Desember 2021. Hal ini sesuai dengan instruksi presiden dan rekomendasi Kelompok Penasihat Teknis untuk Imunisasi Indonesia (ITAGI). “Pak Presiden melihat ini sangat penting untuk memajukan segera vaksinasi anak. Kalau yang terpapar dari anak tidak banyak, tidak seperti orang dewasa, tapi punya potensi, apalagi sekarang ada kekhawatiran kami terhadap varian virus COVID-19 baru Omicron,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, kepada Mediakom pada Senin, 20 Desember 2021.

Di Afrika Selatan, tempat pertama kali Omicron ditemukan, kata Maxi, varian virus tersebut cenderung lebih banyak menginfeksi anak-anak atau usia muda. Itu sebabnya pemerintah mengambil keputusan untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19 kepada anak usia 6-11 tahun sebagai bentuk antisipasi terhadap munculnya varian baru tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi pada anak ini juga diharapkan dapat memperkuat proteksi kelompok di masyarakat dan mempercepat tercapainya kekebalan kelompok. Jumlah sasaran vaksinasi anak ini mencapai 26,5 juta orang berdasarkan data sensus penduduk tahun 2020. Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama, vaksinasi  dilakukan di 115 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang cakupan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat umum sudah mencapai 70 persen dan orang lanjut usia 60 persen. Per 14 Desember 2021 tercatat sekitar 8,8 juta anak akan menjadi sasaran vaksinasi di daerah tersebut. Sebelas provinsi itu antara lain adalah Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Bali.

Vaksin yang digunakan untuk anak-anak ini vaksin CoronaVac bikinan Sinovac Biotech yang sudah mendapatkan izin penggunaan dalam keadaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, tidak menutup kemungkinan vaksin jenis lain nanti digunakan setelah mendapat EUA dari BPOM dan rekomendasi ITAGI. “Untuk sekarang ini baru Sinovac yang punya EUA. Nanti, kalau ada vaksin lain, ya, kami pakai,” ujar Maxi.

Seperti pada orang dewasa, pemberian vaksin bagi anak-anak ini dilakukan melalui suntikan ke lengan atas dengan dosis 0,5 milliliter. Vaksinasi diberikan sebanyak dua kali dengan interval minimal 28 hari.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button