Desember 2021Lentera

Menolak Mentalitas Instan

Jalan pintas memang terlihat lebih nyaman dijalani. Namun jika terus menerus dilakukan, maka akan menciptakan mental instan juga. 

Ada beberapa alasan orang memilih jalan pintas dalam hidupnya. Tentu saja karena jalan pintas ini dianggap mudah dan cepat dilakukan. Apa yang mereka inginkan mudah didapat dan cepat prosesnya. Hanya butuh waktu yang singkat. Tidak perlu bersusah payah menjalaninya dengan proses yang panjang. Bahkan hanya sedikit modal yang dibutuhkan. Tapi sudah mendapat penghasilan yang besar. 

Mereka yang sudah menjalani profesi jalan pintas, akan terus menerus melakukannya. Dia merasa tidak ada pilihan lain, kecuali apa yang sedang dijalani. Sekalipun ada keinginan berganti profesi yang lebih terhormat, karena sulit dan proses panjang, akhirnya kembali lagi ke jalan pintas.  

Mudah dan cepat dapat, telah menjadi zona nyaman bagi pelakunya. Sulit beralih pada zona lain. Sebab zona lain akan terasa tidak nyaman. Sebab itu, Ia akan terus berusaha dan akan tetap berada pada zona nyaman yang sudah dirasakan selama ini. Walau mereka terkadang juga sadar dengan bertanya pada diri sendiri, sampai kapan akan menjalani profesi instan ini? Karena sulit berpindah, akhirnya Ia tetap berada pada zona tersebut sampai waktu dan keadaan yang memaksanya berhenti. Beralih kepada pekerjaan lain dengan terpaksa dan berat hati, karena tidak ada pilihan lain.

Terbiasa dengan jalan pintas akan menciptakan mental instan juga. Karena sudah menjadi mental akan sulit menghilangkannya. Sekalipun demikian, bukan berarti tidak bisa berubah. Masih mungkin mental instan itu berkurang, bahkan hilang, berubah menjadi mental pejuang yang bermartabat. Bagaimana caranya?

Pertama, berfikir kritis. Pelaku harus memulai berpikir kritis terhadap perilaku dirinya dengan bertanya sampai kapan menekuni jalan pintas? Karena manusia tak akan selamanya muda, kuat, dan cantik. Setelah tua dan lemah tak mungkin lagi mengerjakan jalan pintas, misal saat memilih pekerjaan di dunia prostitusi. 

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button