Desember 2021Lentera

Menolak Mentalitas Instan

Kemudian berpikir, kalau anak, orang tua dan saudaranya tahu tentang pekerjaan jalan pintas, pasti akan malu. Apakah harus terus menutupi dengan berbohong dan beralibi dengan mereka? Karena serapat-rapatnya menutup bangkai akan tercium juga bau busuknya. Apakah merasa nyaman mendapat penghasilan dengan cara pintas, kemudian diberikan kepada orang tua, menghidupi anak dan keluarga?  

Pertanyaan di atas akan membantu menggugah kesadaran diri, sehingga dapat memilah dan memilih yang lebih rasional dan realistis dalam menjalani hidup. Lebih memilih hidup normal yang sesuai dengan kaidah moral, agama, budaya dan hati nuraninya. Sebab, sesuatu yang buruk pasti mendapat penolakan dari dalam hatinya. Sebab itu, harus meningkatkan daya tolak hati dengan menyuburkan berfikir kiritis. Sebaliknya, daya tolak akan semakin lemah dan tak berdaya, bila terus memaksakan jalan pintas dan mematikan berfikir kritis. 

Kedua, berani hadapi kenyataan hidup. Jadi, harus berani menjalani apa adanya. Tidak ada dusta dalam dirinya. Siap mengikuti gelombang pasang dan surut, susah dan senang, lapang dan sempitnya hidup. Ketika gelombang pasang ikut naik, gelombang turun ikut surut. Tidak melawan arus, sebab bisa tergulung. Terus berusaha mencari cara keluar dari masalah. Bersabar menjalani ketidaknyamanan dan tetap optimis menatap masa depan yang lebih baik. 

Memang menjalani kenyataan hidup yang tidak disukai itu berat. Tapi lebih berat bebannya kalau terus menerus menolak kenyataan dengan cara berpura-pura. Sebab akan membohongi diri sendiri terus menerus.  Miskin, berpura-pura kaya dengan berpenampilan mewah. Sedih, hati menjerit, seolah-olah bahagia, padahal penuh dengan kepalsuan. 

Menjalani hidup apa adanya lebih ringan, selama tidak melanggar. Ia tetap terhormat dan mulia dimata orang lain.Tak butuh energi untuk menutup-nutupi. Siap dan tahan menanggung derita, sambil memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup. Lebih mungkin untuk mencapai hidup bahagia dengan penampilan sederhana dan bersahaja, tanpa harus berpura-pura. Nah, semua pilihan itu kembali kepada yang akan menjalani, mau pilih yang mana?

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button