Desember 2021Kilas Internasional

Saudi Perketat Protokol Kesehatan Dua Masjid Suci

Arab Saudi memperketat aturan penanganan pandemi setelah terjadi kenaikan kasus harian. Memakai masker dan menjaga jarak berlaku kembali di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kenaikan jumlah kasus COVID-19 yang terjadi di bulan Desember 2021, terutama setelah kemunculan varian Omicron, membuat negara-negara memperketat kembali sejumlah aturan dalam penanganan pandemi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mewajibkan kembali aturan memakai masker dan menjaga jarak mulai Kamis, 30 Desember 2021,

Arab News melaporkan, pada 29 Desember lalu, terdapat 744 kasus baru COVID-19 di Arab Saudi yang tersebar di beberapa wilayah, yakni 187 kasus di Riyadh, 155 di Mekah, 149 di Jeddah, 32 di Hofuf, 22 di Madinah, 22 di Al-Mubarraz, 18 di Al-Khobar, 16 di Arar, dan 14 di Dammam. Total kasus di negeri itu mencapai 554.665 dengan 8.874 orang meninggal karena virus corona.

Sekitar 25 juta dari 35,6 juta penduduknya sudah mendapat vaksin COVID-19 dosis pertama dan 23,1 juta lebih penduduk sudah disuntik vaksin penuh. Bahkan, 2,3 juta lebih penduduk sudah mendapat vaksin penguat atau booster.

Orang-orang yang mukim di Saudi diharapkan untuk mematuhi aturan baru ini. “Orang-orang yang tinggal di Arab Saudi didesak untuk mengikuti protokol baru untuk menghindari hukum karena gagal mematuhi langkah-langkah pencegahan,” tulis Arab News.

Saudi melonggarkan aturan pencegahan COVID-19 sejak Oktober lalu, ketika jumlah kasus harian COVID-19 melandai di bawah angka 50. Masyarakat diizinkan untuk berkumpul dan melepas masker bila sudah menerima vaksin penuh. Kewajiban memakai masker di ruang terbuka dicabut tapi masyarakat masih memakai masker di ruang tertutup atau tempat yang tidak dipantau Tawakkalna, aplikasi pelacak COVID-19 seperti PeduliLindungi di Indonesia. Aturan jarak sosial juga dicabut. Ruang publik, seperti restoran dan bioskop, diizinkan untuk beroperasi dengan kapasitas penuh dengan syarat orang yang datang sudah divaksin penuh dan dipantau dengan Tawakkalna.

Kini, aturan itu diperketat lagi ketika jumlah kasus harian merambat naik hingga 744 kasus sehari pada 29 Desember lalu. Aturan baru ini juga berlaku di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Para jamaah, baik yang hendak mengerjakan salat maupun umrah, harus mengikuti aturan baru ini.

Saudi Gazette melaporkan, pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan kembali aturan jarak fisik di antara jamaah dan jamaah umrah dalam membentangkan sajadah dan saat melakukan tawaf (berputar mengelilingi Kabah) untuk menjaga kesehatan dan memastikan keselamatan jemaah haji. Para petugas dan pengunjung dua masjid suci itu juga diminta memperhatikan waktu-waktu beribadah, baik ketika salat maupun umrah, berdasarkan pedoman di aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna serta sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas di Dua Masjid Suci.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button