Januari 2022Resensi

Di Sumur Mereka Bersua

Novela Eka Kurniawan yang menggambarkan perubahan iklim dan kemiskinan di sebuah desa. Tragedi dan bencana yang berpusat pada mata air.

Titik pertemuan penting dalam hidup mereka adalah sumur. Tapi itu nanti. Sebelum bertemu di sumur yang penting itu, Toyib dan Siti adalah dua anak yang mukim di sebuah kampung yang cukup jauh dari kota. Keduanya tampak saling menyukai sejak kecil. Mereka biasa berangkat ke sekolah bersama, seringkali juga bersama teman-teman lain, menuju sekolah mereka di kampung lain.

Persahabatan mereka berubah drastis ketika ayah Toyib berduel dengan ayah Siti. Pangkal soalnya adalah air. Seperti sering terjadi di berbagai desa, para petani berebut agar sawahnya mendapat air, terutama di musim kemarau. Bila ada satu yang mengatur parit agar sawahnya mendapat jatah air lebih dari yang lain, maka sengketa pun pecah. Itulah yang membuat ayah Toyib dan ayah Siti beradu parang. Pertarungan berakhir dengan kematian ayah Siti dan ayah Toyib lari ke hutan. Tetapi, tidaklah terlalu sulit bagi polisi untuk menangkap ayah Toyib.

Sejak itu hubungan Toyib dan Siti menjadi renggang. Siti tak mau bertemu Toyib lagi. Toyib tak berani bertemu Siti dan keluarganya. Keakraban yang terjalin sejak mereka kecil hilang. Tak ada lagi jalan bersama ke sekolah. Tak ada lagi hadiah-hadiah kecil. 

Titik pertemuan penting dalam hidup mereka adalah sumur. Meski hubungan mereka sudah bisa dibilang putus, keduanya tak bisa menghindar bila harus bersua di sumur itu.

Titik pertemuan penting dalam hidup mereka adalah sumur. Meski hubungan mereka sudah bisa dibilang putus, keduanya tak bisa menghindar bila harus bersua di sumur itu. Ini sumur satu-satunya di desa itu yang mata airnya masih mengeluarkan air. Letaknya di sebuah lembah di balik sebuah bukit kecil di seberang perkampungan. Toyib dan Siti harus membawa ember dan berjalan jauh ke sumur itu untuk mengambil air dan membawa pulang. Pertemuan di sumur itu canggung, seperti hidup mereka kemudian yang serba canggung juga.

Sumur adalah sebuah novela karya Eka Kurniawan. Dia lebih panjang dari lazimnya cerita pendek tapi kurang panjang untuk sebuah novel. Panjangnya ceritanya cuma 48 halaman. Itu pun di sebuah buku dengan ukuran yang lebih kecil daripada buku pada umumnya tapi sedikit lebih panjang dari buku saku. Cerita ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris, “The Well”, yang termuat dalam antologi Tales of Two Planets: Stories of Climate Change and Inequality in a Divided World yang diterbitkan Penguin Books pada 2020.

Sumur adalah kisah tentang kemiskinan. Ini kisah sebuah desa yang semakin ditinggalkan penghuninya karena sudah tak bisa menghasilkan apa-apa. Tanah yang kering tak lagi bisa ditanami karena tak ada lagi air. Sumur yang tersisa adalah lambang betapa hidup sudah tak lagi bisa ditanggung oleh penduduk desa kecil itu. Perjalanan hidup Toyib dan Siti menjadi kendaraan bagi Eka Kurniawan untuk menggambarkan bagaimana sebuah desa yang nyaris lenyap dari muka bumi karena kemiskinan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *