Januari 2022Referensi Film

Sebuah Pesta, Sebuah Foto, dan Kehancuran

Film Penyalin Cahaya mengangkat seluk beluk masalah kekerasan seksual di kampus.  Apa makna kabut fogging dalam film tersebut?

Pesta yang dihadiri Suryani (Shenina Cinnamon) semalam ternyata berujung bencana. Acara itu sebenarnya pesta kemenangan Mata Hari, grup teater di kampusnya, dalam sebuah lomba teater antar-mahasiswa sekaligus pembubaran panitia di rumah Rama (Giulio Parengkuan), penulis naskah cerita yang dipentaskan teater tersebut. Sur, sapaan akrab Suryani, turut membantu merancang desain web kelompok teater itu atas rekomendasi Rama. Sang ayah (Lukman Sardi) telah memperingatkan agar Sur tidak menghadiri pesta itu dan belakangan marah besar atas kenyataan pahit yang menimpa putrinya.

Malam itu, untuk pertama kalinya Sur menenggak minuman keras dan mabuk. Fotonya yang sedang dalam keadaan mabuk itu pun beredar di media sosial. Sejak itu, Sur kehilangan segalanya. Mahasiswa tingkat pertama sebuah perguruan tinggi itu kehilangan beasiswa dan diusir dari rumahnya. Dia juga menjadi sasaran empuk bulan-bulanan banyak orang di media sosial. 

Malam itu, untuk pertama kalinya Sur menenggak minuman keras dan mabuk. Fotonya yang sedang dalam keadaan mabuk itu pun beredar di media sosial.

Apakah Sur sedih, mengurung diri, dan menyerah kalah? Apakah rencana-rencana besarnya untuk menjadi desainer web akan dia kubur begitu saja? Suryani bukan tipe perempuan yang mudah menyerah. Dia bangkit dan akan membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Adegan-adegan berikutnya adalah usaha Sur untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang menyebarkan foto tersebut. Dia meminta bantuan teman masa kecilnya, Amin (Chicco Kurniawan), tukang fotokopi di kampus tempat Sur kuliah, untuk meretas telepon genggam orang-orang yang Sur curigai terlibat. “Aku mau nyolong data dari hape anak-anak,” kata Sur. Belakangan, Sur menemukan bukti bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual dan bahkan juga teman-temannya yang lain.

Film Penyalin Cahaya ini adalah debut film panjang sutradara Wregas Bhanuteja. Sebelumnya, Wregas dikenal melalui film pendek Prenjak yang memenangi La Semaine de la Critique di Festival Film Cannes pada 2016. Penyalin Cahaya  baru saja memborong 12 Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2021, termasuk untuk kategori film dan sutradara terbaik. Film ini juga ditayangkan secara perdana pada 8 Oktober 2021 di Busan International Film Festival dan sudah rilis di platform Netflix.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button