Februari 2022Serba Serbi

Bacakan Buku dengan Nyaring

Membacakan nyaring dapat dimulai sejak anak berusia 0-5 tahun. Anak akan dapat menyerap dengan sangat cepat.

Kebiasaan membaca sangat penting buat anak-anak. Selain dapat mengembangkan daya imajinasi, membaca juga meningkatkan kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah. 

Berbagai metode telah digunakan untuk membacakan buku buat anak, salah satunya read aloud atau membacakan nyaring. Seperti dilansir laman kemendikbud.go.id, read aloud adalah metode mengajarkan membaca paling efektif untuk anak-anak. Dengan metode ini, kita dapat mengondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan. Membacakan nyaring juga dapat menciptakan pengetahuan yang menjadi dasar bagi si anak, membangun koleksi kata atau kosa kata, dan memberikan cara membaca yang baik.

Read aloud dikenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya The Read Aloud Handbook yang terbit pada 1979. Trelese adalah seorang seniman yang pernah mendapat penghargaan serta penulis untuk surat kabar harian yang terbit di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat, Springfield Daily News, dari 1963 sampai 1983. 

Membacakan nyaring dapat dimulai sejak dini, yaitu pada usia 0-5 tahun. Pada periode emas tersebut, anak akan dapat menyerap dengan sangat cepat. Jadi semakin dini memperkenalkan buku kepada anak, kecintaan anak pada buku akan semakin tumbuh.

Roosie Setiawan dari Komunitas Read Aloud Indonesia dalam acara Membumikan Literasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI mengajak orang tua untuk membacakan buku dengan nyaring.

“Anak-anak akan mendapat pengalaman membaca yang menyenangkan. Melalui kegiatan sederhana membacakan buku, yang tidak perlu belajar lagi, anak bisa menjadi gemar membaca. Sedangkan kegemaran membaca sesuatu yang harus ada di setiap anak, apalagi anak Indonesia,” kata Roosie.

Anak yang sering dibacakan cerita akan lebih mampu beradaptasi dengan lingkungannya karena dia terbiasa mendapatkan cerita-cerita orang lain melalui buku cerita yang dibacakan.

Menurut Roosie, membacakan buku untuk anak juga ada bonusnya.

Pertama, kita menjadi lebih dekat dengan anak karena anak terbiasa dengan suara orang tuanya. Membacakan nyaring akan membangun kedekatan itu.

Kedua, kita sudah menjadi teladan membaca. Ini adalah bonus yang jarang diperoleh dari kegiatan lain.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button