Februari 2022Info Sehat

Beragam Klaim Suplemen Anti-Corona

Berbagai obat, suplemen, dan vitamin diklaim dapat mencegah atau mengatasi COVID-19. Tak ada bukti ilmiah yang kuat.

Sudah dua tahun pandemi COVID-19 berjalan tetapi masih beredar informasi mengenai berbagai obat, suplemen, dan vitamin yang dapat mencegah atau mengatasi SARS CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19. Semua klaim itu belum memiliki bukti ilmiah yang kuat tapi banyak orang yang percaya.

Mayo Clinic, pusat medis akademik Amerika Serikat yang berfokus pada kesehatan, mengurai berbagai mitos mengenai bahan-bahan yang diklaim dapat mengatasi COVID-19. Dalam hal suplemen, misalnya, banyak orang mengonsumsi vitamin C, zinc (seng), teh hijau atau bunga echinacea untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tetapi, suplemen ini tidak mungkin mempengaruhi fungsi kekebalan atau mencegah orang jatuh sakit. Suplemen koloid perak, yang telah dipasarkan sebagai pengobatan COVID-19, juga tidak aman atau efektif untuk mengobati penyakit apa pun.

Dr. Robert H. Shmerling dari Harvard Health Publishing punya penilaian sendiri mengenai penggunaan vitamin C, D, seng, dan melatonin dalam pengobatan COVID-19. Secara umum, dia mengungkapkan, vitamin C adalah antioksidan yang telah lama dipromosikan sebagai pemain kunci dalam fungsi kekebalan tubuh dan seng mungkin memiliki aktivitas antivirus, baik dengan meningkatkan fungsi sel kekebalan yang melawan infeksi virus atau mengurangi kemampuan virus untuk berkembang biak.

Vitamin D dan melatonin berbeda. Ada bukti bahwa vitamin D dan melatonin mungkin memiliki efek positif pada fungsi kekebalan tubuh tapi efek antivirus tertentu tetap tidak terbukti. “Beberapa bukti menunjukkan bahwa menggabungkan vitamin C dan seng dapat membatasi durasi dan tingkat keparahan gejala pilek,” kata Shmerling.

Lantas, apakah vitamin dan suplemen tersebut memiliki khasiat untuk menyembuhkan orang yang terinfeksi COVID-19? Menurut Shmerling, meskipun COVID-19 adalah penyakit baru, beberapa uji klinis telah mengeksplorasi kemungkinan bahwa suplemen mungkin efektif. Sayangnya, kata dia, sebagian besar bukti tidak meyakinkan.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *