Februari 2022Media Utama

Jangan Asal Semprot Asap

Ada banyak metode untuk memberantas nyamuk pembawa penyakit dan jentik nyamuk. Pengasapan atau fogging salah satunya. Harus diterapkan dengan hati-hati.

Penyakit  yang disebabkan oleh nyamuk sebagai vektor dapat terjadi di musim hujan maupun kemarau. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, drh. Didik Budijanto, M.Kes., kasus demam berdarah dengue (DBD) secara umum meningkat di musim hujan karena terbentuknya banyak habitat baru nyamuk di sekitar permukiman penduduk, seperti ban bekas, kaleng bekas, dan aneka barang yang dapat menampung air hujan.

“Arbovirus sebenarnya cenderung memiliki pola musiman dengan puncak penularan selama dan setelah musim penghujan,” kata Didik kepada Mediakom pada 17 Februari lalu. Arbovirus sekelompok virus yang ditularkan ke manusia oleh spesies artropoda pengisap darah, terutama serangga seperti lalat dan nyamuk serta arakhnida seperti kutu.

Pada Mediakom edisi Februari 2019, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menjelaskan bahwa di musim kemarau, nyamuk Aedes yang berperan sebagai vektor virus dengue di Indonesia tetap bereproduksi. Nyamuk ini sekali bertelur dapat menghasilkan 100-200 butir yang kemudian akan berkembang menjadi jentik dan lalu nyamuk dewasa dalam waktu 7-10 hari.

Perkembangan ini memerlukan air bersih. Apabila tidak mendapat air, maka telur-telur nyamuk akan mengering dan menempel di pinggir dinding tempat genangan air seperti ember atau bak mandi dan dapat bertahan hingga enam bulan. “Saat hujan datang, telurnya lebih cepat menetas. Dengan bantuan air, telur yang tadinya mengering dan telah bertahan selama enam bulan pasti menetas semua,” kata Nadia.

Ada dua jenis nyamuk pembawa virus dengue, yakni Aedes aegypti and Aedes albopictus tapi yang paling banyak membawanya adalah Aedes aegypti. Belum ada obat untuk menyembuhkan penderita DBD sehingga pencegahan merupakan cara yang paling efektif.

Pemerintah menggunakan tiga metode untuk mencegah penyebaran dan penularan DBD, yakni secara fisik, biologis, dan kimia. Metode fisik, menurut Didik, dilakukan dengan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, menutup rapat-rapat-rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Ini ditambah dengan mengupayakan agar jentik tidak berkembang menjadi nyamuk dengan menambahkan insektisida atau larvasida di tempat yang berpotensi munculnya jentik dan memberdayakan masyarakat melalui program Satu Rumah Satu Jumantik. Juru pemantau jentik atau jumantik bertugas memeriksa jentik nyamuk Aedes dan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan PSN.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *