Galat basis data WordPress: [Duplicate entry '8388607' for key 'wpv2_visitors_stat.id']
INSERT INTO `wpv2_visitors_stat` (`time`, `ip`) VALUES ('1686289846', '3.231.217.107')

Makhluk Paling Mematikan » MediaKom
Februari 2022Media Utama

Makhluk Paling Mematikan

Berbagai penyakit yang dibawa nyamuk telah membunuh penduduk bumi. Binatang paling mematikan di dunia.

Pada tahun 1733, sebuah penyakit mematikan yang tak dikenal mewabah di Batavia (sekarang Jakarta), yang menjadi pusat operasi Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) di Asia. Jumlah kematian pegawai dan tentara VOC melonjak, dari rata-rata 6 persen menjadi 50-70 persen. Dalam enam dekade, diperkirakan lebih dari 85.000 personel VOC tewas. J. A. Paravicini, pedagang yang bekerja pada VOC, melaporkan pada 1753 bahwa sebagian besar pegawai di kantornya tampak setengah mati dan memiliki penampilan seperti hantu.

Satu setengah abad kemudian barulah diketahui bahwa pagebluk di Batavia itu adalah wabah  malaria setelah Sir Ronald Ross menemukan parasit malaria di dalam tubuh nyamuk Anopheles pada 1897. Ross kemudian menerima Hadiah Nobel Kedokteran atas temuannya.

Sejak itu, berbagai penelitian telah menemukan bahwa nyamuk membawa begitu banyak penyakit berbahaya. Hal itu membuat makhluk kecil dan tampak lemah itu menjadi binatang paling mematikan di dunia. Jumlah kematian akibat nyamuk, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), mencapai lebih dari 1 juta kasus setiap tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat, tak kurang dari sepuluh jenis penyakit ditularkan oleh nyamuk kepada manusia, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, zika, chikungunya, demam kuning, filariasis, dan encephalitis.

Menurut WHO, DBD adalah infeksi virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Insiden global demam dengue diperkirakan mencapai 100-400 juta infeksi setiap tahun tetapi lebih dari 80 persen kasus bergejala ringan atau tanpa gejala.

Di Indonesia, DBD sudah muncul sejak 1968 dan setiap tahun selalu dilaporkan adanya kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah. Menurut Data Kementerian Kesehatan tahun 2020, kasus DBD tersebar di 477 kabupaten atau kota di 34 provinsi. Jumlah kasus seluruhnya mencapai 108.303 dengan kematian sebanyak 747. Pada tahun 2022, hingga minggu ke-7, tercatat 13.766 kasus dan 145 orang di antaranya meninggal dunia. Selain fatal, DBD juga dapat menurunkan produktivitas penderitanya, mengingat kasus tertinggi berada pada kelompok usia 15-44 tahun.

Penyakit kedua yang disebabkan nyamuk dan mengakibatkan banyak korban jiwa adalah malaria. Malaria disebabkan oleh parasit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Pada tahun 2020 diperkirakan terdapat 241 juta kasus malaria di seluruh dunia dengan jumlah kematian mencapai 627 ribu. 

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *