Info SehatMaret 2022

Air Minum Aman bagi Publik

Belum seluruh masyarakat mendapat akses air minum yang layak. Pemerintah menargetkan 100 persen akses air minum layak dan 15 persen akses air minum aman pada 2024.

Setiap tanggal 22 Maret, masyarakat global memperingati hari air sedunia. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Groundwater: Make The Invisible Visible”. Indonesia mengangkat subtema “Menjaga Kualitas Air Minum Aman yang Berkelanjutan”.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menyelenggarakan webinar yang diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta. Para peserta itu, antara lain, adalah bupati, wali kota, kepala dinas kesehatan dan pengelola program penyehatan lingkungan di berbagai daerah, akademisi dan organisasi profesi, lembaga keagamaan dan kemasyarakatan, serta mitra pembangunan yang terkait dengan air minum dan sanitasi.

Saat membuka acara webinar ini, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan bahwa untuk menjamin seluruh masyarakat mendapat akses  terhadap air minum yang layak dan aman, pemerintah menargetkan 100 persen akses air minum layak dan 15 persen akses air minum aman dalam periode 2020-2024. “Ingat, air minum layak belum tentu aman,” katanya.

Menurut Maxi, masalah air tidak hanya dari sisi kuantitas tapi juga kualitas air yang terganggu karena pencemaran lingkungan. Layanan akses sanitasi yang belum layak dan praktik perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka dan terselubung  serta membuangnya langsung ke lingkungan tanpa dikelola dapat menimbulkan risiko cemaran mikrobiologi.

Maxi mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air tanah dan menjaga kualitasnya dengan menghentikan praktik BABS terbuka dan terselubung sebagai bagian dari perlindungan kualitas air tanah dan mencegah pencemaran lingkungan. “Jaga dan sediakan akses air minum yang berkualitas sampai dengan titik air siap minum (point of use), baik di rumah tangga maupun seluruh sasaran seperti di fasilitas umum, tempat kerja, tempat pariwisata, dan lokasi strategis lainnya,” kata ujarnya.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button