April 2022Kilas Internasional

FDA Izinkan Tes COVID-19 Melalui Napas

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengizinkan penggunaan alat tes COVID-19 melalui napas. Hasil tes positif tetap perlu dikonfirmasi dengan tes PCR.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengeluarkan izin penggunaan alat untuk mendeteksi apakah seseorang terjangkit COVID-19 melalui napas. Menurut Health.com, alat yang disebut InspectIR COVID-19 Breathalyzer itu adalah yang pertama dari jenisnya dan dapat memberikan hasil tes hanya dalam tiga menit.

“Otorisasi hari ini adalah contoh lain dari inovasi cepat yang terjadi dengan tes diagnostik untuk COVID-19,” kata Jeff Shuren, direktur Pusat Perangkat dan Kesehatan Radiologi FDA, dalam sebuah pernyataan. “FDA terus mendukung pengembangan tes COVID-19 baru dengan tujuan memajukan teknologi yang dapat membantu mengatasi pandemi saat ini dan menempatkan Amerika secara lebih baik untuk keadaan darurat kesehatan masyarakat berikutnya.”

Menurut CNN, penelitian dengan tes InspectIR Breathalyzer menemukan bahwa akurasi alat ini lebih dari 91 persen untuk sampel positif dan hampir 100 persen sampel negatif. Sensitivitas serupa ditemukan dalam penelitian lain yang berfokus pada varian virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Meski demikian, jika hasil tesnya positif, maka harus tetap dikonfirmasi dengan tes reaksi rantai polimerase (PCR). “Ini alat lain dan pengumuman FDA menunjukkan (alat) itu cukup akurat dan relatif ramah pengguna,” kata Emily Volk, presiden College of American Pathologists.

Cara Kerja

Health.com menjelaskan cara kerja alat ini. Pertama-tama, pasien harus bernapas ke dalam tabung yang terhubung ke alat tes. Alat itu kemudian akan mencari senyawa kimia di dalam napas tersebut yang terkait dengan SARS-CoV-2. Butuh waktu sekitar tiga menit untuk memperoleh hasilnya dan tes ini harus dilakukan oleh operator terlatih yang berkualifikasi di bawah pengawasan penyedia layanan kesehatan.

Menurut Health.com, alat ini menggunakan teknik yang disebut spektrometri massa kromatografi gas (GC-MS) untuk memisahkan dan mengidentifikasi lima senyawa organik volatil (VOC) yang dapat muncul dalam napas bila Anda terinfeksi COVID-19. Jika hasil tes positif, maka selanjutnya harus dikonfirmasi melalui tes PCR. Jika hasil tes negatif, tidak berarti orang tersebut bebas COVID-19.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button