April 2022Info Sehat

Hati-hati Tidur Mendengkur

Mendengkur bisa jadi gejala apnea tidur obstruktif yang dapat berakibat fatal. Masyarakat dan tenaga kesehatan perlu memahami gejalanya dan cara mencegahnya.

Penulis: Resty Kiantini

Sekelompok profesional kedokteran merayakan hari tidur sedunia, yang tahun ini jatuh pada tanggal 18 Maret, untuk mengingatkan pentingnya kebiasaan tidur yang baik. Salah satu isu yang sering mencuat adalah gangguan tidur seperti mendengkur.

Mendengkur merupakan masalah sosial yang harus diwaspadai karena diindikasikan berhubungan dengan masalah kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan berujung pada kematian. Dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar tetap bidang ilmu kesehatan telinga, hidung, tenggorok, dan bedah kepala leher Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada 2007, Dr. dr. Abdul Rachman Saragih, Sp.T.H.T.-K.L.(K.) menyebut mendengkur sebagai “pembunuh sunyi”.

Abdul menyatakan bahwa mendengkur adalah suara bising yang disebabkan oleh aliran udara yang tersumbat pada bagian belakang hidung dan mulut.  Sumbatan ini terjadi akibat kegagalan otot-otot saluran napas dalam menstabilkan jalan napas pada saat tidur. Gangguan tidur dengan gejala utamanya mendengkur adalah apnea tidur obstruktif (OSA).

Dalam buku Prosiding Keterampilan Klinis THT-KL untuk Dokter Umum terbitan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr. Ahmad Sodikin, M.Kes., Sp.T.H.T.-K.L.(K.) juga membahas masalah mendengkur dan henti napas saat tidur. Dia menyatakan bahwa OSA menjadi penyakit yang banyak diderita masyarakat tapi kurang terdeteksi oleh tenaga kesehatan karena masyarakat menganggap mendengkur sebagai fenomena tidur yang wajar.

Dalam artikelnya di Jurnal Kedokteran Meditek,  dr. Erna M. Marbun, staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, menguraikan sejumlah gejala OSA lain, seperti mendengkur, rasa tercekik, mudah tersinggung, depresi, kelelahan yang luar biasa, dan insomnia. Kebanyakan penderita, kata dia, mengeluhkan kantuk yang sangat mengganggu pada siang hari sehingga menimbulkan masalah dalam pergaulan dan pekerjaan serta meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button