April 2022Kilas Internasional

Saudi Izinkan Haji dengan Protokol COVID-19

Arab Saudi mengizinkan Muslim dari luar kerajaan untuk menjalankan ibadah haji tahun ini dengan kuota sebanyak satu juta orang. Vaksin COVID-19 lengkap dan bukti negatif tes PCR menjadi syarat utama.

Setelah pembatasan ketat ibadah haji dan umrah hanya bagi warga lokal selama dua tahun pandemi COVID-19, pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa umat muslim di seluruh dunia dapat menunaikan ibadah haji mulai tahun ini. Tahun lalu, pemerintah hanya mengizinkan 60 ribu calon haji, yang semuanya berasal dari dalam kerajaan. Tahun ini, pemerintah menaikkan kuota hingga satu juta calon haji.

“Kementerian Haji dan Umrah baru-baru ini mengumumkan bahwa jumlah total satu juta jemaah haji domestik dan asing akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini. Ini akan disesuaikan dengan kuota yang dialokasikan untuk masing-masing negara dan setelah mempertimbangkan rekomendasi dari otoritas kesehatan,” tulis laman Saudi Gazette pada 12 April lalu.

Adapun kriteria Muslim yang diizinkan melaksanakan ibadah haji tahun ini adalah mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksin COVID-19 yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan Saudi. Sejauh ini, Saudi telah memberikan persetujuan terhadap sembilan vaksin COVID-19, yakni bikinan Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca, Johnson & Johnson, Sinopharm, Sinovac, Covaxin, Sputnik, dan Covovax. Orang-orang yang menerima jenis vaksin tersebut dapat melakukan perjalanan ke kerajaan ini.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hisham Saed, mengatakan, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, umat Islam dan penduduk Saudi diharuskan telah mendapat tiga dosis vaksin COVID-19 tersebut. Selain itu, jemaah yang berasal dari luar Saudi wajib menyerahkan hasil negatif tes reaksi rantai polimerase (PCR) yang dilakukan dalam waktu 72 jam sejak keberangkatan. Kementerian, tulis Saudi Gazette, telah menginstruksikan bahwa semua jemaah harus mengikuti instruksi kesehatan dan mematuhi tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka saat melakukan ritual haji.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *