April 2022Arsip e-MagazineMedia Utama

Solusi Satu Data Pelayanan Kesehatan

Manaat Integrasi Data

Strategi transformasi digital kesehatan mengubah fokus pelayanan kesehatan, dari pelaporan untuk pejabat menjadi pelayanan untuk masyarakat. Menjadi basis bukti untuk pengambilan kebijakan.

Akhir tahun lalu, Kementerian Kesehatan meluncurkan cetak biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024. Strategi transformasi tersebut mengubah fokus pelayanan kesehatan, dari pelaporan untuk pejabat menjadi pelayanan untuk masyarakat. Kala itu, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menegaskan bahwa teknologi digital kesehatan akan berubah drastis.

“Ke depannya, baik itu berkaitan dengan big data, berkaitan dengan kecerdasan buatan, dan berkaitan dengan machine learning, akan berubah secara drastis. Oleh karenanya, ini adalah saat yang tepat untuk bisa melakukan lompatan lebih jauh agar kita bisa lebih maju lagi dalam membangun industri kesehatan masa depan yang fokusnya memberikan layanan kesehatan sebaik-baiknya,” kata Budi.

Transformasi digital di bidang kesehatan sudah dimulai di Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dengan mewajibkan semua rumah sakit menggunakan rekam medis elektronik (EMR). Dengan EMR, layanan menjadi lebih mudah, semua data terkoneksi, dan hasil koneksi ini dapat digunakan sebagai basis bukti untuk mengambil kebijakan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button