April 2022Media Utama

Transformasi PeduliLindungi

Kementerian Kesehatan mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi menjadi citizen health app atau aplikasi yang berfokus pada pelayanan kesehatan masyarakat. Terintegrasi dengan data kesehatan pribadi.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu pelacakan kontak erat penderita sehingga penyebaran virus COVID-19 dapat dikendalikan.

PeduliLindungi mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-19 dapat dilakukan. Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, kawasan tempat orang terinfeksi COVID-19 atau pasien dalam pengawasan tinggal. Aplikasi ini terus dikembangkan melalui pembaruan fitur-fitur baru, seperti informasi mengenai vaksinasi COVID-19, layanan telemedisin, dan verifikasi vaksin luar negeri.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji, S.T., M.Si.,  mengatakan aplikasi PeduliLindungi sudah diunduh lebih dari 90 juta kali. Aplikasi ini juga membantu mencegah orang yang terinfeksi mengakses fasilitas dan tempat umum, seperti pusat perbelanjaan, bandar udara, pelabuhan, hotel, dan gedung perkantoran.

Menurut data Kementerian Kesehatan, sepanjang tahun 2021-2022 aplikasi PeduliLindungi telah mencegah 3.733.067 orang berstatus merah (vaksinasi belum lengkap) memasuki ruang publik. Ia juga telah mencegah 538.659 orang yang terinfeksi COVID-19 (status hitam) untuk melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

Untuk lebih mengoptimalkan penggunaan PeduliLindungi, menurut Setiaji, aplikasi ini akan dikembangkan menjadi citizen health app atau aplikasi yang berfokus pada pelayanan kesehatan masyarakat. Jika kini PeduliLindungi hanya memiliki fitur data kesehatan yang berkaitan dengan COVID-19, aplikasi kesehatan masyarakat nanti akan menyajikan seluruh data kesehatan individu.

“(Saat ini) begitu kita divaksin, sertifikatnya muncul di PeduliLindungi. Analogi yang sama berlaku untuk layanan kesehatan lain. Misalnya, anak kita mau divaksin campak, BCG, itu juga akan muncul sertifikatnya di PeduliLindungi sehingga aplikasi ini bisa mengecek kapan lagi anak harus melakukan vaksinasi dan apakah sudah lengkap atau belum,” kata Setiaji kepada Mediakom, Senin, 18 April lalu.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button