Mei 2022Peristiwa

Bersama Menangani Limbah Medis

Jumlah kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia terus menurun. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus positif relatif stabil di bawah 500 kasus per hari. Sebelumnya, Indonesia pernah mengalami puncak kasus pada 3 gelombang, yaitu alfa, delta, dan omicron.

Peningkatan jumlah kasus COVID-19 ini berdampak terhadap peningkatan jumlah pasien yang dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan, isolasi terpusat, dan isolasi mandiri. Hal ini juga menyebabkan peningkatan timbunan limbah medis kategori limbah infeksius. Limbah tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Direktur Penyehatan Lingkungan Anas Maruf mengatakan, meski terjadi penurunan jumlah kasus COVID-19, bukan berarti limbah medis tidak menjadi permasalahan lagi karena limbah medis akan selalu dihasilkan.

“Ini tetap harus menjadi perhatian dalam upaya mencegah adanya kasus pembuangan limbah medis di lingkungan yang dapat menimbulkan permasalahan hukum,” kata Anas saat membuka kegiatan virtual Sosialisasi Pengelolaan Limbah Medis dan COVID-19 pada 25 Mei 2022. Acara ini diikuti oleh lintas sektor, organisasi profesi terkait, dan dinas kesehatan.

Anas menegaskan perlunya menyosialisasikan kembali penanganan limbah medis COVID-19 dan limbah medis lainnya karena saat ini kita juga menghadapi ancaman penyakit lain, seperti hepatitis akut dan cacar monyet.

“Pada prinsipnya kita harus mengikuti SOP atau standar yang ditetapkan terkait dengan penanganan limbahnya ini,” ujar Anas.

Untuk itu, kata Anas, perlu upaya komprehensif bersama-sama dan lintas sektor karena limbah medis tidak bisa ditangani sendiri. Penanganannya membutuhkan peralatan atau sarana tertentu seperti incinerator atau autoclave yang izin operasionalnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Penanganan limbah medis adalah bagian yang penting supaya tidak mencemari lingkungan karena berakibat pada faktor risiko kesehatan,” Anas menegaskan.

Ketua Tim Kerja Pengamanan Limbah dan Radiasi Direktorat Kesehatan Lingkungan, Sofwan, yang menjadi narasumber pada acara itu, mengatakan Kemenkes telah mengeluarkan Pedoman Pengelolaan Limbah Medis Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Limbah dari Kegiatan Isolasi atau Karantina Mandiri di Masyarakat dalam Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/537/2020.

Pedoman tersebut antara lain menyebutkan 3 bagian besar, yaitu pengelolaan air limbah, pengelolaan limbah padat domestik, dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis padat.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button