Info SehatMei 2022

Cahaya Sehat untuk Siang dan Malam

Paparan cahaya pada siang dan malam mempengaruhi kesehatan dan kebugaran. Perlu mengatur warna dan intensitas cahaya secara tepat.

Sebuah hasil penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology menyebutkan bahwa kurangnya paparan cahaya alami pada siang hari dan paparan cahaya lampu di malam hari dapat mengganggu tidur yang berdampak pada kesehatan, kebugaran, dan produktivitas. Riset yang dipimpin oleh Timothy Brown dari University of Manchester, Inggris, dan Kenneth Wright dari University of Colorado Boulder merekomendasi paparan cahaya siang dan malam hari yang sehat.

“Rekomendasi ini memberikan konsensus ilmiah kuantitatif pertama, panduan untuk pola paparan cahaya harian yang tepat untuk mendukung ritme tubuh yang sehat, tidur malam hari, dan kewaspadaan siang hari,” kata Brown, sebagaimana dikutip Healthline.

Hasil penelitian ini merekomendasikan pencahayaan yang tepat untuk tempat kerja, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah tinggal, maupun ruangan interior. Rekomendasi ini diharapkan juga dapat membantu industri elektronik dalam merancang produk yang dapat menunjang kesehatan manusia dari sisi paparan cahaya.

Menurut Health.com, laporan terbaru menyebutkan bahwa industrialisasi dan urbanisasi sebagai faktor kunci yang memengaruhi paparan orang terhadap cahaya, khususnya yang lebih sedikit cahaya alami di siang hari, lebih banyak cahaya tidak alami di malam hari, dan peningkatan keseluruhan dalam lampu listrik. Menurut peneliti, perubahan paparan ini berdampak negatif terhadap kesehatan, tidur, dan produktivitas.

Dalam laporannya Health.com menjelaskan bagaimana proses penelitian sampai peneliti tiba pada kesimpulan bahwa paparan cahaya memberikan pengaruh bagi kesehatan manusia. Pertama-tama, peneliti harus menentukan bagaimana mengukur dampak cahaya pada ritme biologis, seperti siklus tidur-bangun, karena cahaya memengaruhi ritme ini melalui protein peka cahaya di mata, yang disebut melanopsin, yang paling sensitif terhadap cahaya biru-sian.

Selanjutnya, para peneliti mengembangkan standar baru untuk mengukur cahaya itu, yang disebut pencahayaan siang hari setara melanopik (EDI). Data yang dikumpulkan dari laboratorium dan studi lapangan menunjukkan bahwa pengukuran dengan metode baru ini adalah cara yang akurat untuk memprediksi efek cahaya pada ritme biologis.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button