Mei 2022Peristiwa

Tiga Strategi Percepatan Imunisasi Anak

Dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional, Kemenkes memperkenalkan tiga strategi percepatan imunisasi anak.

Cakupan imunisasi rutin anak di Indonesia menurun sejak pandemi COVID-19 merebak.  Untuk mengejar ketertinggalan itu, Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan soal pentingnya imunisasi bagi anak. Imunisasi dapat memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan meringankan beban anggaran kesehatan.

“Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta,” kata Menkes saat memberikan keterangan soal pelaksanaan BIAN di Gedung Daerah Kepulauan Riau, Rabu 18, Mei 2022, seperti dikutip dari rilis Kemenkes.

Dalam pelaksanaan BIAN, Kemenkes memperkenalkan tiga strategi percepatan imunisasi anak. Pertama, menambah tiga jenis imunisasi rutin dari sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Tiga vaksin yang ditambahkan adalah vaksin Rotavirus untuk antidiare dan vaksin PCV untuk anti pneumonia yang ditargetkan untuk anak, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks pada ibu.

Kedua, digitalisasi data imunisasi melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), sehingga tak ada lagi pencatatan manual di buku. Semua data imunisasi anak akan langsung dimasukkan di ASIK yang terintegrasi dengan PeduliLindungi. “Aplikasi ini akan kita berikan ke semua puskesmas dan dinas kesehatan, supaya datanya juga ada di dinas kesehatan,” ujar Menkes.

Adapun strategi ketiga adalah memberikan undangan imunisasi melalui aplikasi sehingga pemerintah daerah dan tenaga kesehatan mengetahui anak yang belum divaksinasi.

Data Kemenkes menyebutkan 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama masa pandemi COVID-19. Terbanyak terdapat di Jawa Barat disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta. BIAN dilaksanakan selama satu bulan secara bertahap di seluruh provinsi. Tahap pertama dilaksanakan mulai Mei 2022 di seluruh provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Tahap kedua mulai Agustus 2022 di seluruh provinsi di Jawa dan Bali.

Penggunaan ASIK

Salah satu dari tiga strategi tersebut memanfaatkan teknologi melalui penggunaan ASIK yang diperkenalkan pertama kali pada pelaksanaan BIAN. Para orang tua dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk mengakses data imunisasi anak di mana pun dan kapan pun, bahkan hingga beberapa tahun ke depan. Ketika anak membutuhkan rekam imunisasi untuk keperluan sekolah, semua data tersimpan aman di database Kemenkes yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.

ASIK juga membantu tenaga kesehatan dalam pencatatan data pasien yang lebih efisien dan terintegrasi dalam satu basis data. Aplikasi ini juga dapat digunakan tanpa terhubung dengan Internet untuk memudahkan tenaga kesehatan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal ( 3T). M

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button