Mei 2022Peristiwa

Upaya Kemenkes Mencegah Kasus Monkeypox

Sebagai upaya pencegahan masuknya kasus monkeypox ke Indonesia, Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran NOMOR: HK.02.02/C/2752/2022 Tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Monkeypox Di Negara Non Endemis

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 13 Mei 2022 menginformasikan telah menerima laporan kasus-kasus monkeypox atau cacar monyet dari negara nonendemis dan telah meluas ke 3 regional WHO, yaitu Eropa, Amerika, dan Western Pacific. Cacar monyet merupakan zoonosis yang disebabkan oleh virus monkeypox (anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae) yang umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat.

Penyakit ini dapat bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung 2-4 minggu, tetapi bisa berkembang menjadi berat dan bahkan kematian (tingkat kematian 3-6 persen). Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut. Pada 21 Mei 2022, WHO menyebutkan sejumlah negara di Eropa yang masuk kategori nonendemis telah melaporkan kasus cacar monyet di negaranya.

Sebagai upaya pencegahan masuknya kasus monkeypox ke Indonesia, Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran NOMOR: HK.02.02/C/2752/2022 Tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Monkeypox Di Negara Non Endemis.

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus monkeypox,” demikian antara lain isi surat edaran yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, pada 26 Mei 2022.

Berdasarkan laporan WHO per 21 Mei 2022, sebagian besar kasus dilaporkan dari pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis. Sebagian kasus berhubungan dengan adanya keikutsertaan pada pertemuan besar yang dapat meningkatkan risiko kontak baik melalui lesi, cairan tubuh, droplet, maupun benda yang terkontaminasi.

Kemenkes mengimbau agar pihak-pihak terkait dapat mengambil langkah antisipasi, di antaranya dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

A. Memantau perkembangan kasus monkeypox tingkat global melalui kanal resmi seperti https://infeksiemerging.kemkes.go.id.

B. Memantau penemuan kasus sesuai definisi operasional penyakit monkeypox berdasarkan WHO (21 Mei 2022).

Para pihak di jajaran kesehatan yang berkaitan dengan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit cacar monyet diminta melaporkan setiap temuan kasus kepada Kemenkes.

“Kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) di nomor telepon/WhatsApp0877-7759-1097 atau e-mail: poskoklb@yahoo.com, dan/atau laporan Surveilans Berbasis Kejadian/EBS di aplikasi SKDR,” demikian tulis surat edaran tersebut.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button