Info SehatJuni 2022

Antisipasi Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan adalah gejala umum yang belum dipahami benar penyebabnya dan tak ada obatnya. Bagaimana mencegah mabuk di perjalanan?

Ketika musim liburan tiba, jalan-jalan bersama keluarga merupakan hal yang paling dinanti. Namun, ada kalanya, di tengah perjalanan ada anak yang mengalami mabuk di mobil dan bahkan hingga muntah. Hal ini tentu bisa membuat rencana liburan jadi berantakan.

Mabuk perjalanan sebenarnya istilah yang salah kaprah. Penderita tidaklah mabuk tapi mengalami gejala mirip orang mabuk, seperti pusing dan muntah. Mabuk perjalanan terjadi bila orang menaiki kendaraan yang bergerak. Itu sebabnya dalam literatur berbahasa Inggris disebut “motion sickness”. Anda tidak akan mabuk bila mobilnya berhenti, bukan?

Mabuk perjalanan dapat terjadi di mobil, kapal laut, pesawat terbang, dan kendaraan lain. Tapi, ia juga dapat terjadi pada ruang yang dapat berputar, kursi yang berpusing, atau ayunan. Hal serupa terjadi pada simulator terbang, gravitasi mikro pada misi Space Shuttle, dan beberapa wahana permainan di tempat hiburan yang dapat bergerak cepat. Mabuk perjalanan juga dialami sebagian orang yang naik unta dan gajah tapi jarang terjadi pada penunggang kuda.

Brad Bowins, peneliti di University of Toronto Student Services, Kanada, menulis di jurnal Brain Research Bulletin pada 2010 tentang fenomena mabuk perjalanan ini. Penyakit ini sesuatu yang umum terjadi tapi belum jelas mengapa hanya terjadi pada sebagian orang tapi tidak pada sebagian lainnya. Salah satu teori, menurut Bowins, menjelaskan bahwa hal ini terjadi sebagai bagian dari evolusi makhluk hidup, termasuk manusia dan binatang, seperti anjing. Mabuk perjalanan sebenarnya merupakan mekanisme penguatan negatif dalam evolusi yang dirancang untuk menghentikan gerakan yang melibatkan konflik inderawi atau ketidakstabilan tubuh. Gejala mabuk perjalanan sangat memotivasi individu untuk menghentikan gerakan yang menyinggungnya dengan penghindaran dini, penghentian gerakan, atau pemindahan diri dari sumbernya.

Respons ini berlaku hanya sepanjang saraf-saraf inderawi terjaga, sehingga mabuk perjalanan tak terjadi ketika Anda tidur karena saraf-saraf itu tidak aktif. Respons ini juga tak muncul pada bayi dan anak di bawah lima tahun, yang belum punya motivasi kuat untuk untuk menghentikan gerakan menyimpang yang tidak masuk akal sampai seorang anak cukup besar untuk bertindak berdasarkan motivasi ini.

Dengan membandingkan dengan gejala mabuk serupa pada mesin simulasi, Thomas G. Dobie, dalam buku Motion Sickness: A Motion Adaptation Syndrome (2019), menyimpulkan beberapa elemen penting dari mabuk perjalanan, seperti “visual” (kelelahan mata, masalah fokus, penglihatan kabur, dan sakit kepala), “vestibular” (pusing dan vertigo), dan “vagal” (mual, sakit perut, peningkatan air liur, dan sendawa).  Selain itu, ada juga unsur ketidaknyamanan visual yang disebabkan oleh rangsangan optik serta faktor stres dan kelelahan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *