Info SehatJuni 2022

Berbagai Cedera Kaki dalam Olahraga

Olahragawan dapat mengalami cedera kaki meskipun sudah melakukan pemanasan dengan baik. Apa saja jenis cedera itu? Mengapa cedera dapat terjadi?

Dimas Raditya Boedijono, dokter spesialis ortopedi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, menyatakan, cedera dalam berolahraga terjadi karena adanya kerusakan pada jaringan di area tertentu yang diakibatkan oleh perubahan posisi yang tidak menyenangkan saat melakukan gerakan. Ada tiga fase dalam berolahraga, yaitu pemanasan, olahraga inti, dan pendinginan. Cedera biasanya dianggap terjadi karena tidak melakukan pemanasan dengan benar, padahal tidak serta merta demikian. “Bisa saja jika orang langsung olahraga (tanpa pemanasan) tidak terjadi cedera. Ada juga yang cedera. Faktornya banyak,” kata Dimas dalam Talkshow Keluarga Sehat di Radio Kesehatan pada Rabu, 18 Mei lalu.

Fungsi dari pemanasan adalah menyiapkan kondisi badan agar mendapatkan suhu panas sesuai yang diinginkan sehingga tubuh akan lebih siap untuk menerima dampak yang diberikan, dalam hal ini adalah gerakan-gerakan dalam berolahraga. Meski pemanasan sudah dilakukan dengan baik, cedera olahraga tetap bisa terjadi. Menurut Dimas, cedera olahraga merupakan musibah yang tidak disengaja, seperti seseorang yang berlari di bukit kemudian kakinya terkilir karena tidak sengaja terperosok ke lubang kecil.

Dimas menjelaskan bahwa struktur tubuh seseorang terdiri dari tulang dan otot. Ada pula ligamen, yang menghubungkan tulang satu dengan tulang lainnya, dan tendon, yang menyerupai kabel panjang yang menghubungkan otot dan tulang. Cedera pada tendon dan ligamen biasanya terjadi pada olahraga yang bersifat lebih impact tanpa menggunakan alat, seperti basket, futsal, dan bulu tangkis. Menurut Dimas, yang paling sering ditemukan adalah cedera pada tendon Achilles, penghubung otot betis bagian belakang dengan tulang tumit.

Cedera Akut dan Kronis

Cedera dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu cedera akut dan kronis. Cedera akut adalah cedera yang pada saat kejadian langsung menunjukkan gejala. Cedera kronis timbul secara perlahan. Pada umumnya, ligamen atau tendon seseorang yang sudah berolahraga lama pada awalnya bersifat elastis tapi kemudian mengeras atau terisi kalsium sehingga mengalami proses degeneratif. Rasa sakit pada cedera tidak langsung dialami, melainkan secara perlahan. Menurut Dimas, cedera kronis tersebut lama-lama akan mengakibatkan cedera akut sehingga tendon lebih mudah robek dibandingkan dengan tendon yang masih elastis.

Seiring meningkatnya jenis-jenis olahraga yang bersifat impact seperti futsal, sepak bola, dan basket, cedera pun menjadi bermacam-macam, seperti cedera pada lutut. Menurut Dimas, lutut tersusun dari tulang dan ligamen yang menghubungkan tulang paha dan tulang betis. Pada saat lutut berputar atau bergerak maju dan mundur dari yang seharusnya, ligamen tersebut dapat sobek sehingga menimbulkan pendarahan dan pembengkakan pada lutut.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *