Isi PiringkuJuni 2022Uncategorized

Jantung Pisang, Superfood yang Baik untuk Kesehatan

Pisang adalah tanaman yang umum kita jumpai, khususnya di daerah pedesaan. Tanaman yang memiliki nama latin Musa sp. ini sangat mudah dibudidayakan di daerah beriklim tropis basah, lembap, dan panas. 

Tanaman pisang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan menyebar hingga ke Afrika serta Amerika Selatan dan Tengah. Menurut situs https://biologi.lipi.go.id, terdapat beragam jenis pisang yang tumbuh di Indonesia. Ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan ada 15 varietas Musa acuminata (jenis pisang yang tumbuh di Asia Tenggara) dan ratusan varietas lokal pisang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tak mengherankan bila pada 2018 Indonesia menjadi negara penghasil pisang terbanyak ketiga di dunia setelah India dan Cina.

Nutrisi dan Manfaat Jantung Pisang

Di Indonesia, setiap bagian tanaman pisang dapat dimanfaatkan, baik untuk dikonsumsi maupun menunjang kehidupan sehari-hari, seperti daun, batang, bonggol, buah, hingga jantung atau bunganya. Jantung pisang adalah bunga berwarna ungu kecokelatan yang dihasilkan oleh pokok pisang. Fungsinya menghasilkan buah pisang. Semua tanaman pisang memiliki jantung, tapi hanya beberapa jenis jantung pisang yang bisa dikonsumsi, yaitu yang berasal dari pisang kepok, pisang batu atau pisang klutuk, dan pisang raja.

Lanny Lingga, praktisi naturopati dan dietisien, dalam buku Cerdas Memilih Sayuran menyebutkan bahwa jantung pisang sering dibuang sia-sia. Padahal, jantung pisang dapat digunakan sebagai sumber pangan alternatif yang bermanfaat bagi tubuh. Jantung pisang adalah sayuran dengan kadar lemak rendah, sumber karbohidrat, rendah kolesterol, mengandung serat pangan, beta karoten, vitamin C, dan kalium.

Berikut ini kutipan tulisan Shahzadi Devje, pakar nutrisi dan dietisien, dalam situs healthline.com mengenai beberapa manfaat jantung pisang:

Menurunkan kadar kolesterol dan gula darah

Jantung pisang mengandung senyawa yang berguna menurunkan kolesterol dan gula darah, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan diabetes. Senyawa itu bekerja membantu mencegah penyerapan kolesterol pada usus manusia. Sebuah studi mencatat antioksidan dan katekin pada jantung pisang mempengaruhi kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan. Antioksidan itu memblokir enzim yang menyerap karbohidrat.

-Meningkatkan kesehatan pencernaan

Jantung pisang kaya akan serat yang meliputi serat larut maupun tidak larut, sehingga sangat baik untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Terdapat bukti yang menunjukkan asupan serat berpengaruh baik terhadap mikrobioma (kumpulan bakteri, virus, dan jamur) pada usus manusia. Serat juga bekerja sebagai probiotik untuk membantu meningkatkan produksi bakteri baik dalam usus.

-Menjaga kesehatan tulang

Secara tradisional, jantung pisang dipercaya mampu meringankan nyeri sendi yang mungkin disebabkan oleh pengeroposan tulang. Menurut penelitian, kandungan alami antioksidan kuersetin (semacam pigmen pada tumbuhan) dan katekin pada jantung pisang bisa berguna mencegah pengeroposan tulang. Mineral zinc dalam jantung pisang juga bisa membantu mencegah pengeroposan tulang.

-Meningkatkan produksi ASI

Dalam buku Cerdas Memilih Sayuran, Lanny menyebutkan jantung pisang dapat meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). Kandungan laktagogum (zat untuk meningkatkan produksi ASI) dalam jantung pisang berpotensi menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Kandungan vitamin, karbohidrat, kalsium, dan fosfor pada jantung pisang juga berperan dalam melancarkan ASI.

Olahan Pangan Jantung Pisang

Jantung pisang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Di India, jantung pisang menjadi salah satu makanan kaum vegetarian. Serat jantung pisang yang lembut sering diidentikkan dengan daging ayam atau ikan. Di Thailand dan Vietnam, jantung pisang banyak ditemukan pada menu makanan sehat seperti salad. 

Adapun di Indonesia, jantung pisang diolah menjadi beragam masakan. Di Banjarmasin, misalnya, jantung pisang diolah bersama sambal kemiri menjadi hidangan nikmat. 

Berikut ini cara membuat jantung pisang sambal kemiri sebagaimana dibagikan oleh Eyzah Ayunda pada laman cookpad.com:

Pertama-tama, siapkan satu jantung pisang yang sudah diiris halus, lalu kukus hingga matang dan sisihkan. Setelah itu siapkan bahan sambalnya dengan membakar 11 biji kemiri hingga setengah matang lalu campurkan dengan cabai rawit, terasi, dan garam. Ulek hingga halus. Terakhir, beri taburan kelapa parut yang sudah dikukus. Campur irisan jantung pisang dengan campuran sambal. Akan lebih nikmat jika dimakan dengan nasi hangat ditambah dengan lauk lainnya, seperti tempe atau ikan goreng.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI) pada panganku.org, komposisi gizi pangan jantung pisang per 100 gram, dengan berat dapat dimakan (BDD) 25%:

Air (Water) : 90,2 g

Energi (Energy) : 32 Kal

Protein (Protein) : 1,2 g

Lemak (Fat) : 0,3 g

Karbohidrat (CHO) : 7,1 g

Serat (Fibre) : 3,2 g

Abu (ASH) : 1,2 g

Kalsium (Ca) : 30 mg

Fosfor (P) : 50 mg

Besi (Fe) : 0,1 mg

Natrium (Na) : 3 mg

Kalium (K) : 524,0 mg

Tembaga (Cu) : 0,09 mg

Seng (Zn) : 0,3 mg

Beta-Karoten (Carotenes) : 201 mcg

Karoten Total (Re) : 170 mcg

Thiamin (Vit. B1) : 0,05 mg

Riboflavin (Vit. B2) : 0,03 mg

Niasin (Niacin) : 0,8 mg

Vitamin C (Vit. C) : 10 mg

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *