Juni 2022Media Utama

Menjaga Ketersediaan Darah Nasional

Palang Merah Indonesia berusaha menjaga ketersediaan darah secara nasional. Dibantu unit-unit transfusi darah di berbagai rumah sakit di daerah.

Sebagai negara yang memiliki populasi penduduk lebih dari 270.203.917  jiwa (BPS, 2020), Indonesia membutuhkan ketersediaan darah yang juga cukup besar untuk menjaga kebutuhan transfusi darah. Berdasarkan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kebutuhan minimal darah adalah 2 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 5,4 juta kantong darah dalam setahun bagi Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka unit transfusi darah seperti Palang Merah Indonesia (PMI) berperan dalam menyiapkan ketersediaan darah nasional.

Pada 2021, PMI telah memenuhi 85 persen kebutuhan darah nasional. Tercatat 3.140.410 kantong darah didonasikan masyarakat melalui PMI dan 103 ribu kantong plasma konvalesen disediakan di 48 unit donor darah. Sebanyak 3,14 juta lebih kantong darah dalam bentuk whole blood itu kemudian dipisahkan menjadi komponen darah packed red cell (PRC), trombosit, dan fresh frozen plasma (FFP) sehingga menjadi sekitar 4.6 juta persediaan. Adapun 15 persen stok darah dipenuhi oleh sejumlah rumah sakit yang sudah memiliki unit transfusi darah. “Sekarang sudah ada unit transfusi darah di rumah sakit,” kata Linda Lukitari Waseso, Ketua Bidang Unit Donor Darah Markas Pusat PMI, kepada Mediakom pada Senin, 20 Juni lalu.

Pandemi covid-19 mempengaruhi pemenuhan kebutuhan darah nasional. Sebelum pandemi, PMI bisa mengumpulkan 95 persen kebutuhan darah. Selama pandemi, jumlah itu sulit dicapai karena keterbatasan keadaan, seperti aturan yang membatasi orang berkumpul dan kebijakan bekerja dari rumah. PMI kemudian banyak melakukan “jemput bola” dengan datang langsung ke permukiman dan rumah-rumah penduduk untuk dapat memperoleh donor darah.

Selain itu, stok darah dihimpun oleh unit-unit transfusi darah yang jumlahnya berbeda-beda di –masing-masing unit. Untuk menjaga stok tetap tersedia merata di setiap wilayah, PMI membentuk jaringan yang dibagi ke dalam lima regional, yakni Regional 1 yang meliputi  Sumatera, DKI Jakarta, dan Banten; Regional 2 meliputi Jawa Barat dan Kalimantan; Regional 3 meliputi  Jawa Tengah dan Yogyakarta; Regional 4 meliput Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB; serta Regional 5 yang meliputi Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

“Misalkan, di wilayah Sumatera, misalnya Bengkulu, kekurang, kami dari DKI Jakarta bisa kirim ke sana atau dari wilayah sumatera sendiri. Ketua Umum PMI (Jusuf Kalla) menyampaikan  bahwa darah itu lintas batas, jadi semua harus bisa (mengirimkan). Dari Jakarta bahkan bisa saja ke Papua kalau Papua kekurangan,” ujar Linda.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *